RI News, Padang, Minggu (11/10/2026) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumatera Barat, menyalurkan 9.000 liter air bersih kepada warga terdampak banjir yang melanda sejumlah titik di Kecamatan Koto Tangah pada Sabtu (10/10). Bantuan ini ditujukan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat setelah bencana.
Kepala BPBD Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari warga di lokasi terdampak. “Kami menyalurkan air bersih setelah mendapatkan laporan warga di lokasi terdampak,” ujarnya di Padang, Minggu.
Menurut Hendri, distribusi dilakukan di dua titik, yakni Masjid Raya Ikur Koto dan kawasan Pasia Nan Tigo. Air bersih diangkut menggunakan mobil tangki milik BPBD Padang. Total volume yang disalurkan di kedua lokasi tersebut mencapai 9.000 liter.

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak dalam fase tanggap darurat banjir. Genangan air kerap mencemari sumber air warga sehingga menyulitkan pemenuhan keperluan harian. Melalui penyaluran ini, BPBD berharap warga dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, minum, mandi, dan sanitasi secara layak.
BPBD Padang memastikan layanan serupa tidak berhenti pada hari pertama. Penyaluran akan terus dilakukan selama ada warga yang mengajukan permintaan. Skema berbasis permintaan ini memungkinkan bantuan menyasar lokasi yang benar-benar membutuhkan.
Terkait dampak banjir, Hendri menyampaikan bahwa peristiwa Sabtu itu tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, genangan meninggalkan material lumpur dan sisa banjir di lingkungan permukiman. Sejumlah rumah di kawasan Lapau Manggu juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Baca juga : Dari Mimbar ke Kamtibmas: Minggu Kasih Polres Melawi Rangkul Umat di Empat Kecamatan
Mengenai penyebabnya, Hendri menyebut banjir dipicu oleh tingginya curah hujan di Kota Padang. Selain faktor cuaca, kondisi sungai yang mengalami sedimentasi akibat bencana besar tahun lalu turut memperparah situasi. Pendangkalan ini mengurangi kapasitas sungai menampung debit air saat hujan deras.
“Memang harus diakui bahwa beberapa sungai masih dangkal akibat banjir tahun lalu. Pemerintah sudah melakukan perbaikan dan pengerjaan, tetapi belum pulih sepenuhnya,” jelasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur sungai pascabencana membutuhkan waktu dan penanganan berkelanjutan agar risiko banjir berulang dapat ditekan.
Pewarta: Sami S
Tagline: #BPBDPadang, #BanjirPadang, #AirBersih, #KotoTangah, #Sumbar, #PenanggulanganBencana, #Sedimentasi,
