RI News. Medan – Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ade Jona Prasetyo, menegaskan komitmen tegasnya dalam mengawal penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya solar, agar benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran maraknya praktik penyelewengan yang merugikan negara dan rakyat kecil.
Pada Senin (16/3/2026), Ade Jona Prasetyo mengumumkan inisiatif berani berupa sayembara khusus bagi warga yang berani melaporkan dan menyediakan bukti dugaan penyelewengan BBM subsidi. Hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta disiapkan bagi pelapor yang mampu memberikan rekaman video atau bukti visual kredibel, terutama aktivitas mencurigakan seperti pemindahan solar subsidi dari tangki SPBU ke kendaraan pribadi atau truk tertentu, khususnya pada malam hari saat pengawasan cenderung longgar.
“Masyarakat jangan ragu untuk ikut mengawasi. Jika ada bukti kuat berupa rekaman aktivitas yang mencurigakan, silakan sampaikan langsung ke DPC Gerindra atau anggota DPRD dari Fraksi Gerindra di kabupaten/kota masing-masing,” ujar Ade Jona Prasetyo dalam pernyataannya.
Baca juga : Ban Pecah Picu Tabrakan Beruntun di Jalur Eromoko-Pracimantoro, Satu Korban Luka Dilarikan ke RS
Ia menekankan bahwa peruntukan solar subsidi secara jelas ditujukan bagi angkutan umum, petani, serta nelayan—kelompok masyarakat yang paling bergantung pada akses energi murah untuk menjalankan roda ekonomi sehari-hari. “Jangan sampai subsidi negara yang seharusnya meringankan beban rakyat malah menjadi ladang bisnis segelintir oknum dan kelompok tertentu yang hanya mementingkan keuntungan pribadi,” tegasnya.
Menurut Ade Jona, praktik penyelewengan seperti ini bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga memperlebar ketimpangan sosial karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat rentan. Ia berharap langkah sayembara ini dapat memutus rantai mafia BBM subsidi yang selama ini dinilai hanya menambah pundi-pundi kekayaan oknum, sementara rakyat kecil semakin terabaikan.

Inisiatif ini diharapkan menjadi gerakan kolektif pengawasan masyarakat yang lebih aktif dan partisipatif. Dengan melibatkan warga secara langsung melalui insentif nyata, diharapkan pengawalan ketat terhadap distribusi BBM subsidi dapat berjalan lebih efektif, sehingga subsidi energi benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.
Pewarta: Adi Tanjoeng

