RI News, Nanga Pinoh, Kalimantan Barat – Rabu (14/10/2026). Selubung kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum juga beranjak dari Kabupaten Melawi. Fenomena yang bertahan sekitar tiga bulan ini mengikis kenyamanan hidup warga: jarak pandang terbatas, aktivitas harian terhambat, dan keluhan kesehatan terus bermunculan.
Pada Rabu pagi, pantauan di Kota Nanga Pinoh memperlihatkan asap pekat menutup banyak sudut kota. Bentang kota yang biasanya terlihat jelas dari kejauhan kini tampak buram, seolah tertutup tirai kelabu.
Persoalan ini merembet ke sektor pendidikan. Pemerintah daerah hingga kini masih menerapkan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) untuk menekan paparan asap pada siswa. Langkah tersebut menempatkan keselamatan peserta didik sebagai prioritas selama kualitas udara belum membaik.
Data BMKG berbasis citra satelit dan radar cuaca, dengan pemutakhiran pukul 07.20 WIB dan rilis pukul 07.30 WIB pada hari yang sama, mencatat kondisi cuaca Melawi secara umum berawan dan didominasi kabut asap. Prakiraan untuk hari ini menyebutkan cuaca berawan hingga hujan ringan, dengan peluang hujan di sebagian wilayah pada sore dan malam hari.

Menyikapi situasi tersebut, Humas Polres Melawi meminta seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan ikut serta mencegah karhutla. Kasubsi Penmas Humas Polres Melawi, Aipda Arbain, mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak membakar lahan, terlebih ketika cuaca serta kondisi lingkungan berpotensi memperbesar risiko kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila mengetahui adanya titik api, kebakaran lahan, maupun kejadian lain yang membutuhkan kehadiran kepolisian, segera laporkan melalui Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Aipda Arbain.
Peluang hujan, menurut kepolisian, tidak semestinya membuat masyarakat lengah. Pencegahan karhutla menuntut peran seluruh unsur masyarakat, antara lain dengan tidak membuka atau membersihkan lahan lewat pembakaran dan segera melapor bila menemukan tanda-tanda kebakaran.
Baca juga : Kolaborasi Data dan Kepedulian Warga: Kediri Percepat IKD demi Bansos yang Menyasar Tepat
Aipda Arbain kembali mengingatkan agar warga tidak ragu menggunakan layanan Call Center Polri 110 jika mengetahui titik api, kebakaran hutan dan lahan, atau peristiwa lain yang memerlukan penanganan kepolisian.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah dan menangani karhutla. Segera laporkan apabila menemukan titik api atau kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Melawi agar tetap aman dan lingkungan terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #KarhutlaMelawi, #KabutAsapKalbar, #NangaPinoh, #PolresMelawi, #Call110, #BelajarDariRumah, #CegahKarhutla, #BMKGMelawi,
