RI News, Kediri – Selasa (14/10/2026), Pemerintah Kabupaten Kediri mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai fondasi digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos). Hingga September 2026, lebih dari 4.000 warga telah terlayani lewat program jemput bola Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di 20 desa di Kecamatan Mojo.
Langkah ini tidak berhenti pada kemudahan layanan administrasi kependudukan. Aktivasi IKD juga menjadi bagian dari persiapan agen Perlinsos, yakni warga yang membantu pemerintah mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial (bansos).
Plt. Kepala Disdukcapil Kabupaten Kediri, Wirawan, menyebut pihaknya memperluas jangkauan layanan dengan dua cara: mendatangi desa secara langsung dan mengoptimalkan 28 titik pelayanan administrasi kependudukan. “Dalam rangka mendukung program Perlinsos ini, kita juga turun ke desa-desa melakukan percepatan aktivasi IKD,” ungkap Wirawan.

Setelah Kecamatan Mojo pada September 2026, layanan jemput bola berlanjut pada Oktober di sejumlah desa di Kecamatan Ngancar, Kayen Kidul, dan Wates. Disdukcapil juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar layanan semakin luas dan akses masyarakat terhadap aktivasi IKD semakin mudah.
Percepatan ini sejalan dengan dorongan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana untuk menyukseskan Gerakan Nasional Peduli Tetangga, yang mengajak warga lebih peka terhadap kondisi sosial dan ekonomi lingkungan sekitarnya.
Menurut Mas Dhito, tetangga adalah pihak yang paling memahami keseharian warga di sekitarnya. Karena itu, peran serta masyarakat dinilai dapat membantu pemerintah mengenali warga miskin yang belum menerima bansos. “Saya rasa gerakan peduli tetangga ini sangat baik, karena tetangga ini bisa tahu kondisi warga layak menerima bansos atau tidak,” kata Mas Dhito, Senin (12/10/2026).
Melalui gerakan itu, warga yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat menjadi agen Perlinsos. Mereka bertugas menyampaikan informasi dan mengusulkan warga yang dinilai layak menerima bantuan, untuk kemudian ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.
Baca juga : Subuh Keliling di Batu Begigi: Polisi Ajak Jemaah Rajut Persaudaraan demi Kampung yang Aman
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap integrasi digitalisasi data dan partisipasi masyarakat memperkuat pendataan perlindungan sosial. Dengan informasi yang lebih akurat, kelompok rentan yang selama ini belum teridentifikasi atau belum tercatat sebagai penerima bantuan dapat dijangkau.
Meski demikian, usulan warga tidak otomatis menjadikan seseorang penerima bansos. Setiap data yang masuk tetap melalui pemeriksaan dan verifikasi sesuai ketentuan, sehingga bantuan hanya diterima warga yang benar-benar memenuhi kriteria.
Dengan demikian, percepatan aktivasi IKD, layanan jemput bola, dan persiapan agen Perlinsos merupakan satu rangkaian upaya meningkatkan kualitas data perlindungan sosial di Kabupaten Kediri. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat ini diharapkan meningkatkan ketepatan pendataan, memperluas jangkauan perlindungan sosial, serta mendorong penyaluran bantuan yang lebih transparan dan akuntabel.
Pewarta: Alex Franico
Tagline: #IKDKediri, #Perlinsos, #Disdukcapil, #JemputBola, #Bansos, #PeduliTetangga, #MasDhito, #DigitalisasiData,
