RI News, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026 – Kepemimpinan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia resmi berpindah tangan. Serah terima jabatan (sertijab) Menteri Luar Negeri dari Sugiono kepada Arrmanatha Nasir berlangsung dalam upacara di Gedung Pancasila, kompleks Kemlu, Jakarta. Sugiono kini mengemban amanah baru sebagai Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK).
Prosesi diawali dengan pembacaan berita acara serah terima jabatan. Kedua pejabat berdiri berdampingan di hadapan hadirin yang memenuhi aula. Setelah pembacaan selesai, keduanya bergantian membubuhkan tanda tangan pada dokumen tersebut. Penandatanganan ini menjadi pengesahan administratif bahwa tanggung jawab kementerian telah berpindah secara sah.
Rangkaian acara berlanjut dengan penyerahan memori jabatan. Dokumen itu merangkum perjalanan Sugiono memimpin diplomasi Indonesia sebagai Menlu pada periode 2024–2026 dan kini diteruskan kepada Arrmanatha Nasir. Dalam tradisi birokrasi, memori jabatan berfungsi menjaga kesinambungan kebijakan agar program dan agenda strategis tidak terputus oleh pergantian pimpinan.

Suasana akrab terlihat seusai penyerahan memori jabatan. Sugiono dan Arrmanatha berjabat tangan, lalu berpelukan, sebelum keduanya bersama jajaran pejabat berfoto. Acara kemudian dilanjutkan dalam sesi tertutup yang berisi sambutan dan ramah tamah antarpejabat.
Secara hukum, pergantian ini berpangkal pada pelantikan 1 Oktober 2026. Pada hari itu Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha Nasir sebagai Menlu, sementara Sugiono dilantik sebagai Menko PMK dalam upacara yang sama. Keduanya diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024–2029, yang ditetapkan Presiden pada 30 September 2026.
Di lingkungan Kemenko PMK, sertijab antara Sugiono dan pendahulunya, Pratikno, sudah lebih dulu digelar di Jakarta pada 5 Oktober 2026. Sugiono menyatakan akan memusatkan perhatian pada penguatan orkestrasi dan koordinasi program di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan bencana. Ia menilai cakupan tanggung jawab kementerian ini sangat luas karena bersentuhan dengan kehidupan manusia Indonesia sejak lahir hingga meninggal dunia.
Baca juga : Dari Bangunan Datar Berusia Setengah Abad, Dua Sekolah di Pasar Rebo Kini Naik Kelas
Pratikno, yang kini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, menyampaikan sejumlah isu prioritas Kemenko PMK kepada penggantinya. Salah satunya adalah rehabilitasi pascabencana.
Dari sudut pandang tata kelola pemerintahan, rangkaian sertijab ini memperlihatkan pola alih tanggung jawab yang tertib: dasar hukum ditetapkan, pelantikan dilakukan, lalu serah terima diselesaikan secara administratif. Tantangan berikutnya terletak pada kemampuan para pejabat baru menjaga kesinambungan program, baik dalam diplomasi luar negeri maupun dalam koordinasi pembangunan manusia dan kebudayaan di dalam negeri.
Pewarta : Albertus Parikesit
Tagline: #Sertijab, #MenteriLuarNegeri, #ArrmanathaNasir, #Sugiono, #MenkoPMK, #KabinetMerahPutih, #DiplomasiIndonesia, #Kemlu,
