RI News, Padang – Senin, 12 Oktober 2026. Pemulihan pascabencana di Kota Padang kini mulai ditopang pendekatan berbasis data. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), melalui Direktorat Kreativitas Teknologi, menerapkan kecerdasan artifisial (AI) untuk memetakan infrastruktur vital dan pusat aktivitas ekonomi yang terdampak. Tujuannya menghasilkan data presisi sebagai landasan penentuan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi.
Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf, Dandy Yudha Feryawan, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, bukan dari kecanggihan teknologi semata. Menurutnya, teknologi diposisikan sebagai alat untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah. Pemetaan diharapkan memberi gambaran lebih terang tentang kondisi dan kebutuhan pemulihan di tiap lokasi, sehingga pemerintah daerah dapat menentukan titik yang perlu segera ditangani. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Senin.
Dalam pelaksanaannya, Kemenekraf menggandeng Niriksagara, startup pemenang Ekraftech Innovation Challenge 2025. Perusahaan rintisan ini bergerak di bidang pemetaan infrastruktur berbasis AI dan geospatial intelligence. Kerja sama tersebut sekaligus menguji keandalan teknologi karya anak bangsa dalam situasi tanggap darurat dan rekonstruksi.

Co-Founder Niriksagara, Fransiscus Leonardo Siahaan, menjelaskan bahwa pengujian di Padang diawali pengumpulan dokumentasi lapangan berupa foto, video, dan citra udara dari drone di setiap titik. Seluruh data kemudian diolah dengan AI, computer vision, dan geospatial intelligence menjadi gambaran kondisi yang dapat dipakai pemerintah daerah. Ia menambahkan bahwa pihaknya terbuka berkoordinasi dengan dinas terkait jika diperlukan data tambahan.
Cakupan peninjauan meliputi Jembatan dan Saluran Irigasi Gunung Nago, Jembatan Kalawi, Bendungan Lubuk Minturun, kawasan pertanian Batu Busuk, serta kompleks Balai Kota dan Gedung DPRD Padang. Sebaran lokasi ini mencerminkan upaya menjangkau infrastruktur publik, sektor produktif, dan pusat pemerintahan sekaligus.
Kegiatan ini juga berfungsi sebagai Proof of Concept (PoC), yakni uji penerapan teknologi secara langsung dalam konteks penanganan pascabencana. Hasilnya tidak dimaksudkan menggantikan proses perencanaan maupun kewenangan pemerintah daerah. Data tersebut diposisikan sebagai informasi dan perspektif tambahan yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan langkah pemulihan pascabencana di Sumatera.
Baca juga : Akad Nikah Bukan Sekadar Prosedur: Kemenag Tegaskan Pelayanan Sakral Harus Santun dan Bermartabat
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang, Tommy TRD, menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini. Diskominfo dan Bappeda berperan sebagai koordinator ekosistem. Pendampingan teknis diberikan Dinas Pekerjaan Umum untuk kluster infrastruktur dan Dinas Pertanian untuk lahan produktif. Tommy menilai keterlibatan perangkat daerah sesuai kewenangan masing-masing penting agar data benar-benar mewakili kondisi lapangan dan membantu pemerintah melihat prioritas penanganan.
Dalam rapat koordinasi pada 7 Oktober 2026, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Padang, Raf Indria, meminta setiap dinas terkait menindaklanjuti temuan Kementerian Ekraf dan Niriksagara sesuai bidangnya.
Hasil pemetaan selanjutnya akan dianalisis dan dibahas bersama Pemerintah Kota Padang serta para pemangku kepentingan. Informasi itu diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas rehabilitasi serta rekonstruksi. Di sisi lain, kegiatan ini memberi pembelajaran tentang bagaimana inovasi startup nasional dapat mendukung penanganan pascabencana yang lebih responsif, berbasis data, dan selaras dengan karakteristik daerah.
Pewarta : Sami S
Tagline: #Ekraf, #KecerdasanArtifisial, #KotaPadang, #PascabencanaSumatera, #Niriksagara, #Rekonstruksi, #GeospatialIntelligence, #InovasiTeknologi,
