RI News. Padangsidimpuan – Sebagai kota pesisir yang hidup di atas lautan, Padangsidimpuan tak pernah lepas dari ancaman kebakaran yang bisa melanda tanpa pamrih. Jumat dini hari, pukul 03.00 WIB, sebuah kebakaran hebat meledak di Kelurahan Kantin, membuat ratusan warga terbangun ketakutan. Sekitar 10 unit rumah terbakar habis, korban jiwa pertama dilaporkan adalah Rahmad, 28 tahun, yang diklaim tewas saat api merambat ke rumahnya. Sampai saat ini, penyebab pasti belum diketahui. Penyidik masih menunggu hasil lab dan pemeriksaan teknis dari aparat.
Meski korban dan kerugian material sudah memprihatinkan, sorotan masyarakat justru tertuju ke armada pemadam kebakaran (Damkar) Kota Padangsidimpuan. Banyak warga merasa kecewa berat. Budi Ardiansyah Lubis, warga setempat, bercerita bahwa saat api masih mengamuk, kendaraan pemadam yang datang malah banyak yang bermasalah. Ada armada yang tak mau dinyalakan, sementara yang lain bocor air di tangki. “Air banyak yang tumpah di jalan, sampai di lokasi tinggal sedikit saja,” keluhnya dengan suara pilu.

Tak berhenti di situ, kedatangan armada tambahan justru dianggap terlambat. Api sudah mulai terkendali saat mereka tiba. Situasi makin memanas ketika warga terpaksa marah. Beberapa warga teriak protes, lalu ada yang memukul pintu tangki armada sebagai bentuk keputusasaan.
Ismail Siregar, Sekretaris Damkar Kota Padangsidimpuan, yang langsung turun ke lokasi, mencoba menenangkan. Ia mengaku sudah berusaha maksimal dengan apa yang ada. “Kami sudah berupaya sebaik mungkin, tapi ini kondisi armada saat ini,” katanya. Pernyataan itu malah membuat warga semakin penasaran. Apakah armada pemadam kota ini sudah siap menghadapi kebakaran malam hari yang bisa meledak kapan saja?
Budi Ardiansyah Lubis tak mau diam. Ia menuntut Pemerintah Kota Padangsidimpuan segera jujur. “Kami mohon perhatian serius, periksa dan perbaiki semua armada Damkar. Jangan sampai kasus ini terulang di daerah lain,” tegasnya.
Masyarakat kini menuntut evaluasi menyeluruh, bukan sekadar soal personel, tapi juga soal kelayakan kendaraan, kondisi tangki, ketersediaan air, dan sistem respons dini hari. Keterlambatan atau kerusakan teknis seperti ini, kata mereka, bisa jadi korban tambahan dan biaya ratusan juta rupiah yang sia-sia.
Pewarta: Indra Saputra
Tagline: #KebakaranKantin, #DamkarRusak, #WargaGeram, #PadangsidimpuanButuhPerbaikan, #EvaluasiDarurat,
