RI News. Wonogiri, 14 September 2026 — Fenomena transisi demografis yang ditandai dengan peningkatan populasi lanjut usia menuntut formulasi pendekatan pembinaan yang tidak sekadar berfokus pada aspek kesehatan fisik murni, melainkan mencakup dimensi psikologis dan spiritual secara komprehensif. Menjawab tantangan tersebut, sebanyak 150 bapak dan ibu lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan Kajian Tazkiyatun Nafs bertajuk “Bahagia di Masa Tua” yang diselenggarakan oleh Griya Senior Sabara (Sakura Berbagi Rasa) pada Jumat (13/9). Agenda ilmiah-keagamaan ini menandai momentum penting sebagai kegiatan perdana pasca-peluncuran resmi lembaga tersebut sebagai wadah integratif pemberdayaan warga senior.
Penataan struktur kegiatan dirancang secara tersistematis untuk mengoptimalkan penyerapan materi serta interaksi antar-peserta. Penanggung jawab Kehumasan Griya Senior Sabara, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H., mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung efektif pada rentang waktu pukul 13.00 hingga 14.30 WIB. Skema kegiatan dilaksanakan berbasis tatap muka (face-to-face interaction) yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an (tilawah), dilanjutkan dengan penyampaian kajian inti, sesi dialog interaktif serta tanya jawab medis-spiritual, dan diakhiri dengan doa bersama secara khidmat.

Secara konseptual, arah taktis pergerakan lembaga ini ditegaskan oleh Pengelola Griya Senior Sabara, Idah Rahmawati. Dalam pidato pembukanya, beliau mengimbau seluruh komunitas warga senior di wilayah sekitar untuk mengamalkan partisipasi aktif dalam setiap program pembinaan berkesinambungan. Idah memaparkan bahwa kerangka kerja pemenuhan kebutuhan lansia di Griya Sabara secara fundamental mengadopsi manifestasi holistik tripartite: olah rogo (fisik/kinestetik), olah roso (emosional/afektif), dan olah jiwo (spiritual/transendental).
Landasan teologis serta eksistensial masa tua diulas secara komprehensif oleh narasumber utama, H. Bimawan dari Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Sukoharjo. Dengan mengeksplorasi secara hermeneutis Al-Qur’an Surat Ar-Ruum ayat 54, beliau mendahului kajiannya dengan menguraikan pembagian fase-fase biologis dan perkembangan psikologis manusia, di mana fase lanjut usia dipetakan sebagai keniscayaan sunnatullah yang dicirikan oleh perubahan kapasitas fisik namun berpotensi mengalami kematangan spiritual.
H. Bimawan menekankan penafsiran bahwa pencapaian usia senior bukan merupakan kondisi kemunduran yang pasif, melainkan sebuah karunia eksistensial yang patut disyukuri secara proaktif melalui peningkatan kuantitas maupun kualitas kebajikan sosial-keagamaan. Imbauan moral ini direspons secara antusias dan penuh kekhidmatan oleh seluruh audiens yang menyimak penyampaian materi hingga pemungkas acara.
Inisiasi kegiatan awal ini merepresentasikan langkah fundamental Griya Senior Sabara dalam memformulasikan ruang publik inklusif. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan vitalitas kesehatan fisik (somatic health), tetapi juga secara kontinyu mendukung stabilitas kebahagiaan emosional serta penguatan resiliensi spiritual para warga usia lanjut.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #GriyaSeniorSabara, #BahagiadiMasaTua, #TazkiyatunNafs, #OlahRogoOlahRosoOlahJiwo, #WargaSeniorEmpowered, #LansiaSehatSpiritual, #MUISukoharjo, #KajianLansia, #KesejahteraanLansia, #PemberdayaanLansia,

