RI News. Sulawesi Utara, 11 September 2026 – Pergeseran kepemimpinan di Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menandai artikulasi baru dalam strategi pemeliharaan ketertiban masyarakat di wilayah koridor utara Nusantara. Melalui prosesi kultural penyambutan yang menegaskan kesinambungan manajerial institusi, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara yang baru, Brigjen Pol Yudho Hermanto, menegaskan orientasi tata kelola keamanan yang bertumpu pada penguatan jejaring kelembagaan dan integrasi kearifan lokal.
Perspektif kelembagaan yang diusung mantan Karopaminal Divpropam Polri ini menempatkan ketertiban umum bukan sebagai produk tunggal aparat penegak hukum, melainkan sebagai hasil dari sinergi multi-pihak. Eksistensi stabilitas wilayah dipandang memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen pemangku kepentingan guna merespons dinamika sosial yang kian kompleks.

“Tanpa dukungan penuh dari seluruh stakeholders dan instansi terkait, mustahil bagi kami menjaga stabilitas kamtibmas di Bumi Nyiur Melambai. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi yang erat menjadi fondasi yang harus kita jaga bersama,” ungkap Brigjen Pol Yudho Hermanto saat memaparkan arah kebijakan operasional institusinya.
Secara konseptual, strategi kepemimpinan baru ini menggabungkan pendekatan formal dengan pendekatan sosiologis melalui pendayagunaan nilai-nilai budaya lokal. Kebudayaan masyarakat Sulawesi Utara dinilai memiliki fungsi struktural sebagai mekanisme penyaring sosial alami yang mampu meredam potensi disintegrasi serta memperkuat resiliensi komunitas secara mandiri.
Rekonstruksi pendekatan keamanan berbasis partisipasi publik dan nilai lokal ini diharapkan mampu mentransformasi pola interaksi antara aparat penegak hukum dan warga, sehingga tata kelola keamanan di daerah tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga substantif dan berkelanjutan.
Pewarta: Marco
Tagline: #KepemimpinanPoldaSulut, #KeamananBerbasisBudaya, #SinergiKamtibmas, #KearifanLokalSulut, #PoldaSulawesiUtara, #TransformasiKepolisian,

