RI News. Kediri, 5 September 2026 – Persik Kediri memilih pendekatan spiritual dan sosial sebagai penutup rangkaian persiapan laga pembuka BRI Super League 2026/2027. Bertempat di Kediri Soccer Field pada Jumat sore, jajaran manajemen, tim pelatih, dan para pemain menggelar doa bersama puluhan anak yatim piatu dari Panti Asuhan Muslimat NU Budi Mulia Kediri. Agenda ini tidak sekadar menjadi ritual memohon keselamatan bertanding, melainkan fondasi moral untuk mempererat identitas klub dengan masyarakat Kediri.

Sesi interaksi yang berlangsung hangat tersebut menegaskan fungsi sosial klub olahraga di tengah komunitas lokal. Pelatih kepala Persik Kediri, Marcos Reina, menekankan bahwa kegiatan ini memberikan dimensi psikologis yang krusial bagi skuadnya. Pelatih berpaspor Spanyol tersebut menilai interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pemahaman mendalam bagi para pemain mengenai besarnya tanggung jawab serta ekspektasi yang diusung saat membela panji Macan Putih.
Respons senada disampaikan oleh gelandang Persik Kediri, Adi Eko Jayanto. Bagi jajaran pemain, dukungan moral dan doa tulus dari anak-anak panti asuhan menjadi suntikan motivasi immaterial yang ampuh dalam membangun rasa percaya diri tim. Keseimbangan antara kesiapan fisik, taktik, dan ketenangan mental dipandang sebagai modal utama dalam mengarungi ketatnya peta persaingan kompetisi kasta tertinggi musim ini.
Usai melakoni agenda spiritual tersebut, fokus penuh langsung dialihkan pada kesiapan teknis jelang laga perdana melawan Dewa United di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Sabtu sore. Pertandingan pembuka ini menjadi tolok ukur awal efektivitas strategi Marcos Reina sekaligus ujian konsistensi permainan Persik di kandang sendiri. Kemenangan pada laga perdana tidak hanya ditargetkan untuk mengamankan poin penuh, tetapi juga sebagai pijakan awal dalam memenuhi ambisi klub sepanjang musim 2026/2027.
Pewarta: Alex Franico
Tagline: #PersikKediri, #BRISuperLeague2026, #MacanPutih, #PersikHariIni, #KediriSoccerField, #DoaBersama, #SepakBolaIndonesia,

