RI News. Tapanuli Selatan, 27 Agustus 2026 — Integrasi teknologi penginderaan jauh berbasis aplikasi digital dan verifikasi faktual darat menjadi instrumen krusial dalam tata kelola mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukum Sumatera Utara. Upaya respons cepat yang ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Saipar Dolok Hole, Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, membuktikan pentingnya sinergitas antara pemantauan terintegrasi dengan aksi terdepan dalam merespons indikasi anomali termal berbasis satelit.
Pemantauan berkesinambungan melalui aplikasi Sistem Informasi Lancang Kuning kembali mendeteksi titik panas (hotspot) yang terkonfirmasi berada di koordinat spasial Dusun Purbasinomba, Desa Aek Urat, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan. Menindaklanjuti data pemantauan digital tersebut, tim gabungan yang dipimpin langsung oleh personel Polsek Saipar Dolok Hole bergerak melakukan ground check dan verifikasi riil ke lokasi sasaran pada Minggu (23/8/2026) sore, dengan melibatkan unsur perangkat desa serta elemen masyarakat lokal.
Pejabat Sementara (Ps.) Kapolsek Saipar Dolok Hole, IPTU Jongga Mahulae, S.H., menegaskan bahwa langkah pengecekan lapangan ini merupakan wujud nyata implementasi manajemen risiko bencana ekologis, di mana penanganan difokuskan pada upaya pencegahan sebelum potensi vegetasi terbakar meluas menjadi krisis lingkungan yang masif.

“Kami langsung melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi di lapangan dan mengambil langkah pencegahan apabila ditemukan adanya potensi kebakaran,” ujar IPTU Jongga Mahulae, S.H.
Dalam prosedur penelusuran tersebut, dinamika operasional di lapangan menghadapkan tim verifikasi pada tantangan geografis yang tidak ringan. Aksesibilitas menuju koordinat terdeteksi terhambat oleh kondisi topografi yang terjal serta dominasi vegetasi semak belukar yang rapat. Meski demikian, keterbatasan akses fisik tidak meruntuhkan komitmen personel untuk menyelesaikan tahap verifikasi teknis serta mengoptimalkan sarana interaksi sosial guna memberikan wawasan akademis-edukatif bagi warga setempat mengenai dampak sistemik pembakaran lahan.
Guna menekan potensi risiko antropogenik penyebab kebakaran, IPTU Jongga Mahulae secara tegas menerbitkan imbauan persuasif-normatif kepada seluruh masyarakat agraris di kawasan tersebut agar menanggalkan praktik konvensional pembukaan lahan dengan metode pembakaran (slash-and-burn).
“Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama mencegah karhutla. Jika membuka lahan untuk pertanian maupun perkebunan, jangan menggunakan cara membakar,” pungkasnya.
Sebagai langkah penutup dalam kerangka mitigasi berbasis komunitas, Polsek Saipar Dolok Hole mendorong penguatan sistem peringatan dini skala lokal. Masyarakat diimbau aktif menginformasikan kemunculan titik api maupun aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran vegetasi, sehingga jajaran kepolisian dan instansi terkait dapat mengambil tindakan penanggulangan secara terukur, presisi, dan akurat.
Pewarta: Indra saputra
Tagline: #MitigasiKarhutla, #PolsekSDHole, #PolresTapsel, #LancangKuning, #DesaAekUrat, #SaiparDolokHole, #PencegahanKarhutla, #TapanuliSelatan, #GardaLingkungan, #ResponCepatPolri,

