RI News. Sukoharjo, 11 Agustus 2026- Warga Dusun Jetis, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, berhasil menciptakan ritual unik yang belum pernah ada sebelumnya dalam memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan menjahit dan memasang bendera Merah Putih di permukaan jalan perkampungan sepanjang 1,1 kilometer, mereka tidak hanya merayakan hari kemerdekaan, melainkan juga menjadikan kampung mereka sebagai simbol hidup kebangsaan yang nyata di tengah masyarakat modern.
Pantauan pada Selasa, 11 Agustus 2026, menunjukkan ratusan bendera Merah Putih berkibar gagah di atas jalan setapak tersebut. Bendera-bendera itu dijahit rapi, dipasang secara rapi, dan bahkan pagar pinggir jalan dicat merah-putih. Hasilnya, Dusun Jetis berubah menjadi “kampung Merah Putih” yang memukau siapa pun yang lewat. Tokoh masyarakat setempat, Juni Anggraswadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran warga akan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah arus globalisasi.
“Semua warga ikut serta, termasuk ibu-ibu rumah tangga yang menyiapkan konsumsi setiap hari bergotong royong,” ujar Juni. Proses dimulai sejak awal Juli. Setiap sore hingga malam, setelah rutinitas sehari-hari, warga berkumpul untuk memasang bendera dan melukis pagar. Hanya berkat semangat kebersamaan, proyek rampung tepat awal Agustus.

Menurut Juni, pemilihan jalan kampung sebagai tempat pemasangan bendera memiliki makna mendalam. “Bukan di pinggir jalan, tapi di atas jalan sendiri. Maknanya, kita ingin seluruh warga Dusun Jetis hidup di bawah naungan Sang Saka Merah Putih setiap hari,” katanya.
Dana operasional pembelian kain hingga pemasangan biaya Rp15 juta sepenuhnya berasal dari swadaya warga. Setiap pertemuan Jumat Kliwon, warga menyisihkan penghasilan secara sukarela tanpa ada paksaan. “Dana itu untuk membiayai kain, jahit, cat, dan instalasi,” tambah Juni.
Sementara itu, warga lain bernama Wawan menambahkan bahwa inisiatif ini diusung dengan jargon “Dusun Jetis Berbudaya”. Jargon itu bermakna memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan sebagai bentuk peringatan kemerdekaan. “Kemerdekaan bukan hanya soal sejarah, tapi bagaimana kita merawat persatuan dan kepedulian sesama di kampung kita,” ungkapnya.
Ritual sederhana namun penuh makna ini menunjukkan bahwa cinta kepada bangsa bisa tumbuh dari akar lokal yang kuat. Di tengah tantangan zaman, warga Dusun Jetis telah membuktikan bahwa gotong royong tetap menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa.
Pewarta: Sumanto
Tagline: #GotongRoyongMerahPutih #KampungMerahPutih #HUTKe81 #SwadayaWarga #KecintaanBangsa,

