RI News. Wonogiri, 11 Agustus 2026 — Kader Posyandu di tingkat desa terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Khusus bagi kelompok sasaran 3B yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, mereka menjadi ujung tombak pendataan, distribusi, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak guna mencegah stunting sejak dini.
Agustina, Kader Posyandu Dusun Kenteng, Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, menjelaskan bahwa tugas kader mencakup pencatatan data penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran, penyaluran paket makanan bergizi baik melalui pengambilan di Posyandu, kantor desa, maupun pengantaran langsung ke rumah, hingga pemberian pemahaman kepada orang tua mengenai pola makan sehat dan pemantauan tumbuh kembang anak. Selain itu, kader juga membantu mengawasi kelancaran distribusi serta mendokumentasikan proses di lapangan melalui foto maupun video singkat sebagai bukti pelaksanaan.

“Peran Kader Posyandu dalam Program MBG mencatat data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berhak menerima paket gizi agar bantuan tepat sasaran hingga menyalurkan makanan bergizi, baik melalui pengambilan langsung di Posyandu, kantor desa, maupun diantar langsung ke rumah hingga memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pola makan sehat dan pemantauan tumbuh kembang anak, membantu memantau kelancaran distribusi serta mencatat kendala penerimaan di lapangan berupa foto maupun video singkat sebagai bukti proses pendistribusian dan peran aktif di lapangan,” ujar Agustina.
Data validasi terbaru per 10 Agustus 2026 menunjukkan bahwa di Dusun Kenteng, Desa Gunungsari, terdapat satu ibu hamil, 18 ibu menyusui, dan 52 balita. Total 71 penerima manfaat dari kelompok 3B tersebut rutin didampingi Agustina. Sejak 13 Oktober 2025, pihaknya telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan turut membantu pengawasan menu MBG sebelum disalurkan kepada kelompok binaan.
Kariman, salah satu perangkat Desa Gunungsari yang juga aktif sebagai pelaku pekerja sosial penanganan kesehatan jiwa, menambahkan partisipasinya dalam pengawasan SPPG yang melayani kelompok 3B di dusunnya. Menurutnya, sebelum keberadaan SPPG, pemenuhan gizi tambahan bagi kelompok 3B dikelola langsung oleh kader posyandu di bawah pengawasan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas. Setelah SPPG beroperasi, penanganan kelompok 3B diambil alih dan digabungkan dengan program MBG untuk anak sekolah.
“Sebelum ada SPPG, kelompok 3B tentang penambahan gizi dikelola langsung oleh kader posyandu di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Puskesmas, namun setelah program SPPG beroperasi kelompok 3B diambil alih oleh SPPG tersebut gabung dengan MBG anak sekolah,” kata Kariman.
Kolaborasi antara kader posyandu, perangkat desa, dan SPPG diharapkan semakin memperkuat ketepatan sasaran serta kualitas layanan gizi di tingkat desa, sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan ibu dan anak.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #KaderPosyandu, #ProgramMBG, #Kelompok3B, #PencegahanStunting, #GiziIbuAnak, #DesaGunungsari, #SPPG, #MakanBergiziGratis,

