RI News. Wonogiri, 10 Agustus 2026 — Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, berhasil menyelenggarakan Festival Seni Budaya dan Musik Etnik 2026 sebagai bentuk perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Acara yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, di Lapangan Mojopuro, dirancang bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sebagai ruang strategis yang menghubungkan pelestarian budaya Jawa dengan penguatan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Ketua Panitia Festival, Siswadi, secara resmi membuka Bazar Ekonomi Kreatif dan UMKM pada Jumat, 7 Agustus 2026. Bazar tersebut menjadi bagian integral dari rangkaian festival yang menampilkan produk-produk kreatif lokal, mulai dari kuliner khas hingga hasil pertanian desa. Menurut Siswadi, tahun ini merupakan penyelenggaraan perdana festival semacam ini. “Partisipasi UMKM yang mengikuti cukup banyak dan di hari pertama pengunjung sungguh luar biasa,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Selain bazar, festival menyuguhkan rangkaian pertunjukan yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Pengajian akbar, seni ketek ogleng, pertunjukan tari, musik campursari, serta orkes melayu menjadi daya tarik utama yang memperkaya pengalaman pengunjung. Kehadiran berbagai bentuk kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi budaya yang memperkenalkan kembali nilai-nilai tradisional kepada generasi muda.
Kepala Desa Mojopuro menekankan dimensi pembangunan yang lebih luas dari festival ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata dimaksudkan untuk merayakan budaya, melainkan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi warga. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda, khususnya melalui Karang Taruna Pancawasis, dalam menjaga kesinambungan tradisi. “Partisipasi aktif generasi muda yang tergabung dalam karangtaruna pancawasis dalam menjaga dan melestarikan budaya sangat penting. Acara seperti Festival budaya dan musik etnik ini merupakan salah satu cara untuk memastikan bahwa tradisi kita tetap hidup dan terus berkembang,” tegasnya.
Dari perspektif pembangunan desa, Festival Seni Budaya dan Musik Etnik 2026 menunjukkan model integrasi antara pelestarian warisan budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan menjadikan UMKM sebagai aktor utama dan seni etnik sebagai daya tarik publik, desa Mojopuro menawarkan contoh praktik yang relevan bagi kawasan pedesaan lain yang ingin memperkuat identitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya. Keberhasilan penyelenggaraan di tahun pertama ini membuka peluang bagi pengembangan program serupa di masa mendatang, dengan penekanan pada kualitas produk, partisipasi generasi muda, dan keberlanjutan dampak ekonomi.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #FestivalBudayaMojopuro, #UMKMJatiroto, #HUTRI81, #PelestarianBudayaJawa, #EkonomiKreatifDesa,

