RI News. Karanganyar , 9 Agustus 2026 — Pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah yang dilakukan tiga pekan setelah kejadian masih dalam proses mendalam, sehingga Polsek Kebakkramat belum bisa menyimpulkan penyebab utama kebakaran hebat di gudang pabrik sandal PT Porto di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.
Kapolsek Kebakkramat, Iptu Marindra Prasetya, mengatakan telah berkoordinasi dengan Labfor Polda Jateng terkait perkembangan pemeriksaan sejumlah barang bukti yang diambil dari lokasi kejadian. “Untuk hasilnya belum. Kemarin kami tanyakan di Lab Semarang untuk PT Porto, sementara masih di dalami dan baru diproses,” ujar Marindra kepada RI News, Minggu (9/8/2026).
Sebelumnya, kebakaran gudang di PT Porto terjadi pada Minggu (19/7/2026). Tim Labfor Polda Jateng telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di PT Porto pada Rabu (22/7/2026). Tim tiba di pabrik yang berada di Desa Kemiri sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung melakukan pemeriksaan di area yang terbakar. Sejumlah barang bukti diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di antaranya sampel kabel instalasi listrik dan material sisa kebakaran. Marindra mengatakan salah satu barang bukti yang diperiksa adalah selang menuju perangkat seperti genset yang digunakan untuk menyedot material. Selain itu, ditemukan pula kabel yang terbakar. “Yang diambil itu ada beberapa barang bukti. Pertama, selang menuju seperti genset untuk menyedot white-nya. Kemudian ada kabel terbakar. Kemungkinan besar kalau pandangan kami terjadi korsleting,” katanya.

Meski demikian, dugaan korsleting tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan ilmiah Labfor. Kepolisian pun belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum seluruh barang bukti selesai diperiksa. Catatan RI News, kebakaran di PT Porto pada Minggu (19/7/2026) meluluhlantakkan gudang penyimpanan bahan baku yang dipenuhi material mudah terbakar.
Terkait informasi alarm kebakaran tidak berbunyi saat kejadian, Marindra membenarkan hal tersebut. Menurutnya, alarm tidak berbunyi karena aliran listrik di lokasi langsung padam. Alarm Tidak Berbunyi “Waktu itu alarm memang tidak bunyi karena listriknya langsung padam. Kemudian dari security menghubungi pos. Kami langsung tindak lanjuti, segera merapat ke PT Porto untuk melakukan evakuasi dan menghubungi rekan-rekan dari pemadam kebakaran, perangkat desa, Pak Camat, Pak Danrem, dan relawan,” jelasnya.
Selain persoalan alarm, keterbatasan air juga menjadi salah satu kendala saat proses pemadaman. Marindra mengatakan PT Porto memiliki tangki air, tetapi persediaannya tidak mencukupi untuk menangani kebakaran besar tersebut. “Tangki airnya ada, cuma kebetulan kemarin airnya kurang. Jadi kami minta tolong dari PT Acidatama. PT Acidatama mendukung dengan memberikan air bersih sebanyak-banyaknya,” katanya.
Sementara itu, setelah kebakaran, operasional PT Porto sempat dihentikan sementara selama sepekan. Penghentian dilakukan agar perusahaan dapat fokus membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Marindra mengatakan berdasarkan koordinasi dengan pihak perusahaan, operasional kembali berjalan setelah proses pembersihan selesai. Sekitar 500 karyawan juga disebut tetap bekerja dan tidak akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pengurangan tenaga kerja. “Mengenai nilai kerugian, berdasarkan data dari pihak manajemen diperkirakan mencapai Rp10 miliar,” imbuhnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor Polda Jateng. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan diserahkan kepada penyidik untuk menjadi bahan penyelidikan lebih lanjur.
Pewarta: Sumanto
Tagline: #LabforDalami, #KorsletingBelumTerkonfirmasi, #KebakaranPTPorto,

