RI News. Rongkop, 6 Agustus 2026 — Masyarakat Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop, menyelenggarakan upacara adat tahunan Sadranan Mbah Jobeh dengan suasana meriah sekaligus khidmat di lapangan pepunden Mbah Jobeh, Kamis (6/8/2026). Acara yang mengusung tema “Nyawi Ngayuh Lestari” ini dihadiri langsung Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., jajaran Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Panewu Kapanewon Rongkop, Pemerintah Kalurahan Petir, serta warga dari 13 padukuhan se-Kalurahan Petir.
Rangkaian sakral dibuka dengan upacara adat dan doa bersama yang dipimpin Juru Kunci Pepunden, Roto Sukamto. Dalam suasana penuh penghormatan kepada leluhur, warga memanjatkan harapan keselamatan, keberkahan rezeki, kedamaian, dan keharmonisan hidup. Perwakilan 13 padukuhan secara bergiliran memikul dan menghaturkan gunungan hasil bumi ke dalam pesarean. Tindakan ini menjadi wujud syukur sekaligus komitmen menjaga kelestarian lingkungan, sejalan dengan semangat tema yang diusung.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Petir Sarju, S.I.P., menyampaikan laporan resmi. Ia mengabarkan bahwa pada 11 Juni 2026 Yang Mulia Sri Sultan Hamengkubuwono X telah menetapkan Kalurahan Petir sebagai Kalurahan Mandiri Budaya. Penetapan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama. Pelestarian budaya diharapkan berjalan optimal berkat dukungan dana Keistimewaan DIY serta bimbingan Dinas Kebudayaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menegaskan bahwa Sadranan bukan sekadar rangkaian ritual. Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan hasil bumi dan kesejahteraan masyarakat. Mengutip pesan Bung Karno agar senantiasa menabur benih gotong royong serta mengutamakan kepentingan bersama, Bupati berharap semangat tersebut terus dijaga dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan status sebagai Kalurahan Mandiri Budaya, Petir berpeluang menerima alokasi dana Keistimewaan DIY sekitar Rp1 miliar per tahun. Dana tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan menekan angka kemiskinan, namun pengelolaannya tetap dilandasi roh serta nilai-nilai kebudayaan. Pemerintah Kalurahan telah membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan menyusun program kerja terbuka yang berpijak pada empat pilar utama: Budaya, Prima, Preneur, dan Wisata. Keempat pilar diarahkan untuk mewujudkan kawasan gerbang Petir sebagai sentra ekonomi berbasis budaya yang memadukan penguatan UMKM, ruang kreativitas, serta daya tarik wisata khas daerah.
Baca juga: Kejaksaan Wonosobo Geledah Rumah Pendamping PKH, KJN Beri Dukungan Penuh
Perhelatan Sadranan Mbah Jobeh yang digelar rutin setiap tahun turut merangkul kegiatan pembersihan lingkungan di Padukuhan A, B, dan C. Keberlangsungan acara ini membuktikan bahwa tradisi leluhur bukan sekadar warisan masa lalu. Ia menjadi kekuatan hidup yang menyatukan komunitas, mengokohkan identitas, sekaligus membuka jalan menuju kesejahteraan yang lestari.
Pewarta: Lee Anno
Tagline: #SadrananMbahJobeh, #NyawiNgayuhLestari, #KalurahanMandiriBudaya, #PetirRongkop, #GotongRoyongLestari, #BudayaUntukKesejahteraan,

