RI News. Melawi – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan perundungan terus menjadi prioritas di berbagai sekolah dasar. Senin (20/4/2026), SDN 04 Dusun Nyatang I di Desa Suka Damai, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, menjadi lokasi sosialisasi pencegahan tindak kekerasan dan stop bullying yang menyasar langsung para siswa sebagai bentuk investasi edukasi sejak dini.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Suka Damai, Bripka Sarif Hidayat, yang bertugas menyampaikan materi utama. Dalam paparannya, Bripka Sarif Hidayat menguraikan secara mendalam pengertian bullying, berbagai jenis perundungan yang sering terjadi di kalangan anak usia sekolah, serta contoh-contoh perilaku yang dapat dikategorikan sebagai tindakan tersebut. Ia juga menyoroti dampak jangka panjang bullying, baik terhadap korban maupun pelaku, yang dapat mengganggu kesehatan mental, prestasi belajar, serta perkembangan sosial anak.

Sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, melainkan juga memberikan panduan praktis kepada peserta. Para siswa diajak memahami pentingnya sikap saling menghargai, keberanian untuk melapor jika melihat atau mengalami perundungan, serta peran aktif guru dan orang tua dalam menciptakan pengawasan yang konstruktif. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kesadaran kolektif sehingga tercipta budaya sekolah yang positif dan saling mendukung.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Suka Damai Syarif Efendi, Ketua BPD Desa Suka Damai Basrinudin, Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Pinoh Utara Ruly Noviardi, S.T., Pendamping Lokal Desa Suka Damai Bambang Suprianto, Kepala SDN 04 Nyatang I Ridha Luthfi, S.Pd., beserta para guru, perangkat desa, dan orang tua atau wali siswa. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama antara aparat keamanan, pemerintah desa, sekolah, dan keluarga dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan.
Kegiatan sosialisasi diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya bullying dan cara mencegahnya, para siswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai menghormati dan menjaga hubungan harmonis dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Inisiatif seperti ini diyakini dapat menjadi fondasi kuat bagi pembentukan karakter generasi muda yang lebih empati dan tangguh menghadapi dinamika sosial.
Pewarta: Lisa Susanti

