Skip to content
27/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Danantara Satu Tahun: Fondasi Institusi untuk Kelola Kekayaan Bangsa di Tengah Ambisi Transformasi Ekonomi

Danantara Satu Tahun: Fondasi Institusi untuk Kelola Kekayaan Bangsa di Tengah Ambisi Transformasi Ekonomi

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Fondasi Institusi untuk Kelola Kekayaan Bangsa di Tengah Ambisi Transformasi Ekonomi
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Negara besar tidak selalu ditentukan oleh luas wilayah, jumlah penduduk, atau melimpahnya sumber daya alam. Sejarah ekonomi global membuktikan bahwa kekayaan alam yang berlimpah sering kali justru menjadi jebakan stagnasi jika tidak dikelola dengan bijak. Sebaliknya, negara-negara dengan keterbatasan sumber daya alam mampu melesat menjadi kekuatan ekonomi dunia berkat tata kelola yang efektif, disiplin institusi, dan visi jangka panjang.

Indonesia berada di persimpangan krusial ini. Dengan populasi lebih dari 275 juta jiwa dan nilai ekonomi yang telah melampaui 1,4 triliun dolar AS, negeri ini kerap diproyeksikan sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada pertengahan abad ini oleh berbagai lembaga internasional. Namun, potensi besar itu bisa berubah menjadi ilusi belaka tanpa pengelolaan yang cerdas dan berkelanjutan.

Selama dua dekade terakhir, Indonesia memang mencatat kisah sukses stabilitas makroekonomi di antara negara berkembang: pertumbuhan rata-rata sekitar 5 persen per tahun, inflasi terkendali di kisaran 3 persen, serta rasio utang pemerintah yang relatif rendah. Fondasi ini patut diapresiasi. Namun, stabilitas semata belum cukup untuk membawa Indonesia naik kelas menjadi ekonomi maju. Tantangan utama kini adalah transformasi struktural: mengurangi ketergantungan pada komoditas dan konsumsi domestik, meningkatkan kontribusi manufaktur yang selama ini stagnan di sekitar 19 persen PDB, serta memastikan pertumbuhan lebih inklusif.

Rasio Gini memang menurun dari 0,41 pada 2011 menjadi 0,38 pada 2023, tetapi kesenjangan akses terhadap pembiayaan, teknologi, dan infrastruktur masih lebar. Untuk mempercepat perubahan ini, kebutuhan investasi sangat masif. Estimasi lembaga internasional menunjukkan rasio investasi ideal mencapai 35–40 persen dari PDB, sementara realisasi saat ini baru 30–32 persen. Tambahan ratusan miliar dolar AS diperlukan dalam dua dekade mendatang, terutama untuk infrastruktur, energi transisi, manufaktur bernilai tambah, dan ekonomi digital.

Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) memiliki keterbatasan, dengan sebagian besar terserap untuk belanja rutin dan program sosial. Di sinilah aset negara melalui badan usaha milik negara (BUMN) menjadi potensi besar: nilai aset yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp10.000 triliun di berbagai sektor strategis. Jika dikelola secara profesional, aset ini bisa menjadi penggerak utama pembangunan. Namun, pengelolaan skala raksasa menuntut institusi yang kuat, strategi investasi jangka panjang, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika global.

Keberadaan lembaga pengelola investasi negara menjadi semakin relevan. Pengalaman Singapura melalui Temasek dan GIC, serta Norwegia dengan sovereign wealth fund-nya yang kini bernilai lebih dari satu triliun dolar AS, menunjukkan bahwa keberhasilan tidak semata bergantung pada besarnya aset, melainkan kualitas institusi pengelola: independensi, transparansi, profesionalisme, dan fokus pada nilai jangka panjang.

Baca juga : Kodim Wonogiri Gelar Bazar Ramadhan Murah, Dukung Persiapan Lebaran Masyarakat

Danantara, yang resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025, hadir sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut. Setelah satu tahun beroperasi, lembaga ini telah memasuki fase refleksi mendalam. Bukan sekadar menilai kinerja jangka pendek—seperti komitmen investasi miliaran dolar AS di sektor prioritas atau rencana penempatan dana hingga belasan miliar dolar pada 2026—melainkan menakar kekuatan fondasi tata kelola yang sedang dibangun.

Satu tahun ini digunakan untuk menyusun struktur organisasi, merumuskan strategi investasi, dan menguji mekanisme pengawasan. Hasilnya mungkin belum tercermin dalam lonjakan pertumbuhan ekonomi secara langsung, tetapi justru di sinilah masa depan ditentukan. Institusi kuat lahir dari disiplin konsisten, bukan dari hasil instan. Seperti Temasek yang butuh puluhan tahun untuk mencapai reputasi global, Danantara pun memerlukan waktu panjang untuk membuktikan diri.

Lembaga ini lahir dari gagasan strategis: negara tidak hanya mengatur perekonomian, tetapi juga harus mengelola kekayaannya secara aktif dan profesional untuk mendukung transformasi jangka panjang. Di tengah perubahan ekonomi global—dari disrupsi teknologi hingga ketegangan geopolitik yang memengaruhi arus investasi—keberadaan institusi seperti ini menjadi krusial untuk menjaga ketahanan dan daya saing.

Tantangan ke depan tidak ringan. Namun, satu tahun perjalanan Danantara menunjukkan arah yang jelas: membangun fondasi transparan, profesional, dan berorientasi pada nilai berkelanjutan. Keberhasilan bukan diukur dari satu tahun semata, melainkan dari konsistensi menjaga prinsip tata kelola baik serta kemampuan beradaptasi.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang Danantara melampaui kinerja sebuah lembaga investasi. Ini adalah pertanyaan mendasar: apakah Indonesia mampu membangun institusi ekonomi yang kuat untuk mengelola masa depannya sendiri? Satu tahun mungkin belum memberikan jawaban final, tetapi cukup untuk menentukan langkah awal menuju Indonesia yang lebih makmur dan setara pada 2045. Potensi besar bangsa ini hanya akan terwujud jika kekayaan dikelola bukan sekadar sebagai angka, melainkan sebagai warisan strategis bagi generasi mendatang.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kodim Wonogiri Gelar Bazar Ramadhan Murah, Dukung Persiapan Lebaran Masyarakat
Next: Pelukan Persaudaraan di Istana: Gibran Sambut Maaf Rismon, Polemik Ijazah Jokowi Berakhir Damai

Related Stories

Dorongan Strategis Pengembangan Ekosistem Sel Punca Nasional
2 min read

Kedaulatan Bioteknologi: Dorongan Strategis Pengembangan Ekosistem Sel Punca Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Menata Ulang Tata Kelola Digital Negara
2 min read

Menata Ulang Tata Kelola Digital Negara: Uji Publik Regulasi SPBE Jadi Momentum Reformasi Layanan Pemerintahan

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Antara Safe Haven Dolar dan Batas Respons Kebijakan Domestik
3 min read

Geopolitik Memanas, Rupiah Tertekan: Antara Safe Haven Dolar dan Batas Respons Kebijakan Domestik

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rem Mendadak di Jalinsum: Kecelakaan Fatal di Kabupaten Dharmasraya dan Problem Sistemik Keselamatan Jalan
  2. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  3. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  4. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  5. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Sinergi Lintas Sektoral: TMMD Sengkuyung Wonogiri Tak Sekadar Membangun Jalan
  • Sinergi Budaya dan Olahraga: Kapolres Melawi Cup 2026 Menjadi Inkubator Atlet Lokal di Desa Labang
  • Sinergi Polisional dalam Transformasi Agraria: Akselerasi Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Jagung Hibrida di Melawi
  • Akselerasi Kemandirian Pangan di Kabupaten Melawi: Optimalisasi Lahan Monokultur Melalui Sinergi Polsek Sokan dan Lintas Sektoral
  • Polres Kebumen Gelar Latihan Sispam Kota, Simulasi Eskalasi Unjuk Rasa hingga Tindakan Anarkis
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.