RI News. Wonogiri, 21 Februari 2026 – Bencana tanah longsor menutup badan jalan terjadi di Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Jumat (20/2/2026). Material longsoran berupa tanah dan bebatuan dalam jumlah besar menutup jalur penghubung Purwoharjo–Tokawi, yang merupakan jalur strategis lintas provinsi antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Karangtengah sejak malam hingga dini hari. Akibat curah hujan yang ekstrem, tanah di kawasan perbukitan tidak mampu menahan beban air, sehingga tebing di sisi jalan ambrol dan menutup seluruh badan jalan. Akibatnya, akses transportasi warga sempat lumpuh total.
Wilayah terdampak terletak di Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Jalur Purwoharjo–Tokawi merupakan satu-satunya akses vital penghubung antarprovinsi di kawasan tersebut. Setiap harinya, jalur ini dilalui kendaraan logistik, pengangkut hasil pertanian, serta aktivitas sosial masyarakat.

Camat Karangtengah, Lilik Hendratno, S.E., M.M., turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses evakuasi. Upaya penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemerintah Desa Purwoharjo, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Wonogiri, serta puluhan relawan desa tangguh bencana (destana) dan warga setempat.
“Evakuasi tanah longsor segera kami laksanakan karena jalan ini merupakan satu-satunya akses penghubung antarprovinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mendukung mobilitas perekonomian dan sosial masyarakat,” jelas Lilik Hendratno.
Dinas PUPR Kabupaten Wonogiri mengerahkan alat berat guna mempercepat pembersihan material longsor. Sementara itu, aparat Kepolisian dan TNI membantu mengatur lalu lintas serta menjaga keamanan selama proses evakuasi. Warga sekitar juga turut bergotong royong membersihkan sisa material yang masih menutup sebagian bahu jalan.
Baca juga : Pengukuhan Polsek Ngaras: Langkah Strategis Polri Tingkatkan Pelayanan di Pesisir Barat Lampung
Akibat penutupan jalan tersebut, kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jawa Timur maupun sebaliknya terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Kondisi ini sempat mengganggu distribusi barang kebutuhan pokok serta hasil pertanian warga.
Kepala Desa Purwoharjo menyampaikan apresiasi atas sinergi cepat lintas sektor dalam menangani bencana ini. Menurutnya, koordinasi solid antara pemerintah kecamatan, kabupaten, serta unsur relawan menjadi kunci agar akses vital tersebut dapat segera dibuka kembali.
Wahyu, seorang perangkat desa Purwoharjo, menambahkan bahwa timbunan material tanah dan bebatuan yang menutup akses jalan dapat segera ditangani berkat kerja sama Pemerintah Desa, Forkopimcam, Dinas PUPR Kabupaten Wonogiri, TNI-Polri, serta relawan destana Desa Purwoharjo.

Selain fokus pada pembersihan material longsor, tim gabungan juga melakukan asesmen terhadap kondisi tebing di sekitar lokasi untuk mencegah terjadinya longsor susulan.
Mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan, warga yang tinggal di sekitar lereng perbukitan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, khususnya di wilayah perbukitan rawan longsor seperti Karangtengah, Wonogiri. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat semacam ini.
Pewarta: Nandar Suyadi

