RI News. Wonogiri – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang mengguncang kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah terjadi pada Jumat dini hari, 20 Februari 2026, sekitar pukul 04.12 WIB. Lokasi tepat di depan Markas Polisi Sektor Purwantoro, Dusun Wates Kulon, Desa Bangsri, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Insiden ini melibatkan tabrakan antara truk bernomor polisi AG-8618-SA dan sepeda motor AD-2530-QI, meninggalkan dua korban dengan luka serius yang memerlukan perawatan intensif.
Kronologi kejadian bermula dari pergerakan kedua kendaraan dari arah berlawanan di jalan raya yang relatif sepi pada jam tersebut. Sepeda motor yang dikendarai IM, seorang pemuda berusia 23 tahun asal Kecamatan Kismantoro, tengah melaju dari timur (arah Ponorogo) menuju barat (Wonogiri). Di saat yang sama, truk yang dikemudikan AN, remaja 19 tahun dari Kecamatan Purwantoro, bergerak dari arah sebaliknya. Diduga, jarak yang terlalu dekat membuat keduanya tak sempat menghindar, sehingga benturan tak terelakkan.
Akibat hantaman keras itu, truk kehilangan kendali dan berbelok liar. Kendaraan berat tersebut menyapu tiang telepon, merusak pagar depan Mapolsek Purwantoro, menabrak tiang lampu di depan Koramil 19 Purwantoro, sebelum akhirnya berhenti setelah menumbangkan sebuah pohon di pinggir jalan. Sementara itu, pengemudi truk AN dan kernetnya, SR berusia 20 tahun, beruntung hanya mengalami luka ringan tanpa memerlukan rawat inap.

Korban utama dari peristiwa ini adalah pengendara sepeda motor IM dan pemboncengnya, S, seorang pria 47 tahun juga dari Kismantoro. IM menderita patah tulang paha kiri, patah tangan kiri, serta cedera kepala yang cukup parah. Sementara S mengalami patah tulang pipi kiri, patah lengan kiri, patah tangan kanan, dan patah kaki kiri. Meski dalam kondisi sadar saat dievakuasi, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Amal Sehat untuk penanganan medis mendalam. Tim medis menyebut prognosis mereka bergantung pada respons awal terhadap perawatan, mengingat cedera tulang dan kepala yang kompleks.
Menurut Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, yang mewakili Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, investigasi awal menunjukkan bahwa faktor jarak dan visibilitas rendah menjadi pemicu utama. “Kondisi dini hari sering kali menipu, dengan lalu lintas minim tapi risiko kelelahan pengendara meningkat tajam,” ujarnya dalam keterangan resmi. Unit Lalu Lintas Satlantas Polres Wonogiri kini tengah mendalami bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV sekitar lokasi jika tersedia, serta keterangan saksi mata. Petugas yang berada di Mapolsek langsung merespons cepat, mengamankan TKP, mengevakuasi korban, dan mengumpulkan barang bukti kendaraan untuk analisis lebih lanjut.
Baca juga : Api Menyambar Rumah di Tengah Malam, Kerugian Capai Rp350 Juta di Panti Pasaman
Peristiwa ini menyoroti kerentanan jalur lintas provinsi seperti Ponorogo-Wonogiri, yang sering menjadi rute perjalanan malam bagi pekerja dan pelancong. AKP Anom menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam berkendara, khususnya pada waktu-waktu rawan. “Kami mendesak semua pengguna jalan untuk menjaga jarak aman, memeriksa kondisi fisik sebelum berangkat, dan menghindari kecepatan berlebih di area dengan visibilitas terbatas. Kelelahan bukan sekadar alasan, tapi ancaman nyata yang bisa dicegah,” tambahnya sebagai pesan pencegahan.
Sementara penyelidikan berlanjut, masyarakat setempat berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan protokol keselamatan di ruas jalan yang kerap dilalui kendaraan berat. Hingga saat ini, arus lalu lintas di lokasi telah kembali normal setelah pembersihan puing-puing selesai dilakukan oleh petugas.
Pewarta : Nandang Bramantyo

