RI News. Semarang – Di tengah upaya pemerintah memperkuat benteng pertahanan melawan penyalahgunaan narkotika, suara dukungan datang dari kalangan jurnalis yang dikenal gigih. Raden Mas MH Agus Rugiarto, S.H., Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW-FRN), yang populer dengan julukan Koboi Agus Flores, menyatakan dukungan penuhnya terhadap peluncuran Layanan Call Center 184 oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI). Pernyataan ini muncul sehari pasca peresmian layanan tersebut pada 19 Februari 2026, menandai komitmen kolektif dalam memerangi ancaman narkoba yang semakin kompleks di era digital.
Agus Flores, figur yang dikenal dengan gaya tegas dan berani seperti koboi dalam membela kebenaran jurnalistik, melihat langkah BNN sebagai inovasi strategis. “Langkah yang diambil oleh BNN RI adalah langkah tepat demi menjalankan Asta Cita dari Presiden Prabowo dalam mengejar Indonesia Emas 2045,” ujarnya dalam pernyataan resminya. Asta Cita, yang merupakan delapan cita-cita utama pemerintahan Prabowo Subianto, menekankan pembangunan berkelanjutan, termasuk penguatan ketahanan sosial dan kesehatan masyarakat dari bahaya narkotika. Dukungan ini bukan sekadar retorika, melainkan panggilan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap informasi dan pengaduan terkait masalah narkoba.

Peluncuran Call Center 184 sendiri, yang digelar di Gedung Tan Satrisna BNN di Cawang, Jakarta Timur, dipimpin langsung oleh Kepala BNN Komjen Pol Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto.
Layanan ini beroperasi nonstop selama 7 hari seminggu dan 24 jam sehari, menjadi simbol kesiapsiagaan negara dalam memberikan pelayanan tanpa jeda. Lebih dari sekadar hotline, Call Center 184 dirancang sebagai katalisator koordinasi lintas sektoral, menghubungkan internal BNN dengan aparat penegak hukum lainnya, seperti kepolisian dan kejaksaan. Ini mencerminkan pendekatan holistik dalam pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi, di mana masyarakat menjadi mitra aktif.
Dalam konteks akademis, inisiatif ini dapat dilihat sebagai respons terhadap dinamika sosial-ekonomi Indonesia yang sedang bertransisi menuju masyarakat maju pada 2045. Penyalahgunaan narkotika bukan hanya isu kriminal, melainkan ancaman multidimensi yang memengaruhi produktivitas generasi muda, stabilitas keluarga, dan ketahanan nasional. Menurut Agus Flores, layanan ini “menjadi wujud komitmen memperkuat akses layanan informasi dan pengaduan masyarakat terkait permasalahan narkotika.” Ia menambahkan, “Dengan adanya Layanan Call Center 184 yang baru diresmikan kemarin, saya sangat dukung karena mengingat Asta Cita Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045.”
Baca juga : Ramadhan 1447 H: Momentum Emas untuk Memperkuat Iman dan Solidaritas Sosial di Tengah Tantangan Modern
Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa Call Center 184 bukan hanya alat reaktif, tapi juga proaktif dalam membangun ekosistem anti-narkoba. Dalam era disrupsi digital, di mana peredaran narkoba sering memanfaatkan teknologi untuk menyusup ke masyarakat, layanan 24/7 ini memastikan negara “tidak pernah tidur” dalam melindungi rakyatnya. Hal ini selaras dengan prinsip governance yang inklusif, di mana partisipasi publik menjadi kunci sukses. Dukungan dari tokoh seperti Agus Flores, yang mewakili komunitas wartawan responsif, menambah legitimasi sosial terhadap program ini, mendorong kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat sipil.
Ke depan, keberhasilan Call Center 184 akan tergantung pada responsivitas operator dan integrasi data untuk pengambilan keputusan berbasis bukti. Sebagai bagian dari transformasi digital BNN, layanan ini diharapkan menjadi model bagi institusi lain dalam menghadapi tantangan nasional. Dengan dukungan luas seperti dari PW-FRN, visi Indonesia Emas 2045—di mana masyarakat sehat, produktif, dan bebas narkoba—bukan lagi mimpi, melainkan realitas yang dapat diraih melalui aksi kolektif.
Pewarta : Miftahkul Ma’na

