RI News. Semarang – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban yang semakin kompleks, bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026 tiba sebagai oase spiritual bagi umat Islam. Menyambut momen penuh berkah ini, Sukindar, seorang advokat dan pemimpin berbagai lembaga sosial di Kota Semarang, menyampaikan pesan hangat yang menekankan pentingnya introspeksi diri dan penguatan ikatan sosial.
Sebagai Ketua Pusat Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Cabang FERADI WPI Kota Semarang, Sukindar—yang bergelar SH., C.PFW., C.MDF., dan C.JKJ—menyatakan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan kesempatan langka untuk merevitalisasi keimanan dan ketakwaan. “Bulan ini mengajak kita semua, terutama warga Semarang, untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbanyak amal shaleh, dan memperkuat rasa empati terhadap sesama,” ujarnya dalam pernyataan resminya.
Dalam konteks masyarakat modern yang sering dihadapkan pada isu-isu seperti ketimpangan sosial dan konflik lahan, Sukindar menyoroti peran Ramadhan sebagai katalisator perubahan positif. Ia mengajak umat untuk menerapkan “lima kesuksesan Ramadhan” sebagai panduan praktis: berhasil menjalankan puasa dengan penuh kesabaran, konsisten dalam sholat tarawih untuk mendekatkan diri pada ilahi, mendalami Al-Qur’an melalui tadarus yang mendalam, meraih berkah malam Lailatul Qadar dengan doa dan kontemplasi, serta menunaikan zakat fitrah sebagai wujud keadilan sosial.

Lebih dari sekadar ucapan selamat, pesan Sukindar mencerminkan komitmennya sebagai pemimpin di berbagai bidang. Sebagai Ketua Yayasan Lintas Konsumen Akhir Indonesia Kota Semarang, ia menekankan bahwa Ramadhan adalah waktu ideal untuk membangun kehidupan yang lebih bermakna, sehat secara spiritual, dan harmonis secara sosial. “Ini adalah bulan ampunan dan rahmat; mari kita jadikan sebagai titik tolak untuk meningkatkan kualitas diri dan berbagi kebaikan,” tambahnya, seraya mengingatkan agar masyarakat menjaga kebersamaan dan menghormati perbedaan.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Gerakan Jalan Lurus dan Gerakan Anti Mafia Tanah Republik Indonesia, Sukindar juga menyerukan pemeliharaan keamanan selama Ramadhan. Ia mengimbau agar ibadah berlangsung dalam suasana damai, bebas dari gangguan, sehingga setiap individu dapat fokus pada peningkatan spiritual tanpa distraksi eksternal.
Baca juga : Fiorentina Mengukir Dominasi Eropa: Kemenangan Telak Atas Jagiellonia di Play-off Liga Conference
Tak ketinggalan, peran Sukindar sebagai Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia PC Kecamatan Ngaliyan dan Pengurus Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan DPD Kota Semarang semakin memperkaya pesannya. Ia berharap, melalui bulan suci ini, umat Muslim di Semarang dan sekitarnya tidak hanya meraih keberkahan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.
Pesan ini datang pada saat yang tepat, ketika dunia menghadapi berbagai tantangan global, mengingatkan bahwa nilai-nilai Ramadhan—seperti solidaritas dan introspeksi—tetap relevan sebagai fondasi ketahanan sosial. Dengan semangat ini, Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi katalisator perubahan positif bagi semua.
Pewarta: Sriyanto

