RI News Portal. Rambatan, Tanah Datar – Sebuah kejadian tragis kembali menimpa keluarga di wilayah perbukitan Sumatera Barat. Zen Afizi (33), warga Laban Salido, Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, ditemukan tewas dalam kondisi tergantung diri di Ladang Laweh, Jorong Rambatan, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Penemuan tersebut dilakukan oleh Yendri Dt Sinaro (51), pemilik kebun setempat, yang langsung melaporkan kejadian kepada warga sekitar. Petugas kepolisian dari Polsek Rambatan segera tiba di lokasi bersama Kanit Samapta, Kanit Intelijen, Kanit Provokasi, serta Bhabinkamtibmas Nagari Rambatan. Mereka memutus tali penggantung yang terdiri dari ikat pinggang hitam yang disambungkan dengan lengan jaket hitam korban, yang tergantung pada dahan pohon durian.
Menurut keterangan resmi dari Kasat Reskrim Polres Tanah Datar AKP Surya Wahyudi, SH, kronologi bermula pada Selasa (27/1/2026). Saat itu, Zen Afizi tiba di Jorong Patai, Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, untuk menjenguk kakeknya yang sedang sakit. Malam Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, korban meninggalkan rumah keluarga dan tidak kembali. Kekhawatiran keluarga memuncak hingga Kamis (29/1/2026), ketika mereka menyebarkan informasi orang hilang melalui grup komunitas daring Salingka Tanah Datar.

Hanya sehari kemudian, jenazah korban ditemukan. Tim medis dari Puskesmas Rambatan II, yang dipimpin dr. Mutia, melakukan pemeriksaan visum luar di tempat kejadian. Hasilnya menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik, baik akibat benda tajam maupun benda tumpul. Dugaan kuat mengarah pada tindakan bunuh diri.
Pihak keluarga korban menerima musibah ini dengan penuh keikhlasan, memandangnya sebagai ketentuan Ilahi. Mereka secara tegas menolak proses otopsi lebih lanjut dan bersedia menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk menyatakan hal tersebut. Sikap ini mencerminkan nilai-nilai budaya Minangkabau yang sering menekankan penerimaan atas takdir serta menjaga kehormatan keluarga dalam menghadapi duka.
Baca juga : Kepadatan Ekstrem di Pelabuhan Muara Angke: Polisi Perairan Buka Kembali Alur Pelayaran yang Terancam Macet
Kasus ini menambah catatan pilu di kawasan Tanah Datar dan sekitarnya, di mana tekanan hidup, masalah keluarga, atau beban psikologis kerap menjadi latar belakang peristiwa serupa. Meski penyelidikan kepolisian menyimpulkan tidak ada unsur pidana, kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental di tengah masyarakat pedesaan yang sering kali minim akses layanan konseling profesional.
Pewarta: Mayang Sari

