RI News Portal. Wonogiri – Tuntutan masyarakat akan institusi penegak hukum yang kredibel, Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mengambil langkah tegas untuk memastikan proses rekrutmen anggota Polri bebas dari praktik tidak etis. Melalui penandatanganan Pakta Integritas dalam rangka seleksi penerimaan siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026, Polda Jateng menegaskan dedikasinya terhadap prinsip kebersihan, transparansi, dan integritas. Acara ini, yang berlangsung di Aula Lantai 2 Markas Polda Jateng pada Kamis pagi, diikuti oleh 43 peserta seleksi, menandai komitmen bersama untuk membangun generasi pemimpin polisi yang mampu menghadapi dinamika era digital.
Kegiatan ini dipimpin oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman, yang mewakili Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Turut hadir sejumlah pejabat kunci, termasuk Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda), Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM), serta perwakilan dari berbagai pengawas internal dan eksternal. Di antaranya, perwakilan dari lembaga pendidikan tinggi wilayah setempat, dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi, organisasi profesi medis dan psikologi, hingga kelompok masyarakat sipil dan pakar teknologi informasi. Kehadiran beragam unsur ini tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam menjaga akuntabilitas proses seleksi.

Penandatanganan Pakta Integritas ini bukan sekadar ritual administratif, melainkan manifestasi konkret dari upaya Polda Jateng untuk mempertahankan kepercayaan publik. Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakapolda, Kapolda menekankan bahwa pakta tersebut merupakan janji moral yang disaksikan oleh masyarakat dan dimensi spiritual. “Pakta integritas merupakan komitmen untuk melaksanakan seluruh tugas dan kewenangan sesuai aturan, serta kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ini adalah sumpah yang harus dijaga,” ujarnya, menegaskan bahwa integritas adalah pondasi utama dalam membangun institusi yang kuat.
Lebih jauh, seleksi SIPSS diposisikan sebagai jalur elit untuk merekrut talenta unggul dari lulusan diploma empat, sarjana, dan magister dengan keahlian spesifik. Para peserta ini diharapkan menjadi pemimpin Polri di masa depan yang adaptif terhadap tantangan kontemporer, khususnya di ranah digital di mana ancaman siber dan informasi palsu semakin merajalela. Proses seleksi dirancang dengan prinsip BETAH—Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis—serta konsep “clean and clear”, yang melibatkan lapisan pengawasan ganda untuk menjamin objektivitas. Pendekatan ini tidak hanya meminimalisir bias, tetapi juga mempromosikan keadilan, di mana kemampuan individu menjadi satu-satunya penentu keberhasilan.
Baca juga : Kapolres Melawi Imbau Warga Waspada Karhutla di Awal Musim Kemarau 2026
Wakapolda juga menyampaikan peringatan keras kepada peserta dan keluarganya agar menghindari segala bentuk intervensi tidak sah, seperti rekomendasi palsu atau upaya suap. “Apabila terbukti melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya, menunjukkan nol toleransi terhadap praktik yang merusak integritas. Kepada panitia dan tim pengawas, ia menitipkan pesan untuk menjalankan tugas dengan profesionalisme penuh tanggung jawab. Sementara itu, para peserta didorong untuk mempersiapkan diri secara optimal, karena seleksi ini adalah arena kompetisi yang murni berbasis meritokrasi. “Tunjukkan kemampuan terbaik, karena yang terpilih adalah mereka yang benar-benar layak,” tambahnya, menggarisbawahi nilai persaingan sehat.
Inisiatif ini datang di saat diskursus publik tentang reformasi kepolisian semakin intens, di mana integritas rekrutmen menjadi kunci untuk membangun kepercayaan jangka panjang. Dengan melibatkan elemen eksternal yang beragam, Polda Jateng tidak hanya memenuhi standar prosedural, tetapi juga berkontribusi pada narasi lebih luas tentang tata kelola publik yang inklusif. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi institusi lain dalam menangani isu korupsi struktural, terutama di sektor keamanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Pewarta: Nandang Bramantyo

