RI News Portal. 14 Januari 2026 – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota besar yang semakin individualis, aktor legendaris Jackie Chan menyuguhkan cerita yang menyentuh hati melalui film terbarunya, ‘Unexpected Family’. Film komedi-drama ini, yang baru saja tayang di berbagai bioskop Asia sejak awal Januari, mengeksplorasi tema keluarga yang terbentuk bukan dari darah daging, melainkan dari kebaikan hati dan pertemuan tak sengaja. Bagi Chan, yang kini berusia 71 tahun, peran sebagai seorang kakek penderita Alzheimer menjadi langkah berani yang menunjukkan sisi rentan dari bintang aksi yang biasa dikenal dengan adegan-adegan penuh adrenalin.
Cerita berpusat pada Zhong Bufan, seorang pemuda yang kabur dari kampung halamannya karena konflik keluarga dan berjuang bertahan di Beijing. Di sana, ia bertemu Ren Jiqing—diperankan oleh Chan—seorang pria lanjut usia yang hidup sendirian dan sering lupa ingatan akibat penyakitnya. Kesalahpahaman lucu terjadi ketika Ren mengira Zhong sebagai putranya yang hilang, memicu serangkaian peristiwa yang akhirnya menyatukan sekelompok orang asing menjadi satu ‘keluarga’ sementara. Turut membintangi adalah Peng Yuchang sebagai Zhong, Zhang Jianing sebagai Su Xiaoyue—seorang wanita energik yang ikut terlibat secara tak disangka—serta Pan Binlong dan Li Ping sebagai karakter pendukung yang menambah warna humor dan kedalaman emosional.

Disutradarai oleh Li Taiyan, yang juga menulis skenarionya, ‘Unexpected Family’—judul asli ‘Guo Jia Jia’—menyoroti isu kesepian di kalangan lansia dan generasi muda yang terpisah dari akarnya. Film ini tak hanya menyajikan momen-momen tawa ringan dari kekacauan sehari-hari, seperti Ren yang sering salah mengenali orang atau Zhong yang terjebak dalam situasi absurd, tapi juga menyentuh sisi gelap dementia. Chan, yang biasa memerankan pahlawan tak terkalahkan, di sini tampil sebagai sosok rapuh yang bergantung pada orang lain, sebuah perubahan yang disebut-sebut sebagai evolusi dalam karirnya yang panjang. Para penonton awal di China, di mana film ini dirilis pada 1 Januari, melaporkan bahwa adegan-adegan emosionalnya mampu menguras air mata, sementara elemen komedinya tetap ringan tanpa terasa dipaksakan.
Apa yang membuat ‘Unexpected Family’ menonjol di antara film-film keluarga kontemporer adalah pendekatannya yang realistis terhadap masyarakat urban saat ini. Di era di mana banyak orang merantau dan menghadapi isolasi, film ini mengingatkan bahwa keluarga bisa lahir dari pilihan untuk saling peduli, bukan hanya ikatan biologis. Zhong, misalnya, yang awalnya hanya mencari tempat tinggal murah, secara bertahap menemukan kehangatan yang hilang dari masa lalunya melalui interaksi dengan Ren dan rekan serumah lainnya. Su Xiaoyue menambahkan dinamika ceria, sementara karakter seperti Jia Ye—seorang agen properti licik—dan Jin Zhengu—tetangga yang penuh perhatian—mewakili ragam manusia yang sering kita temui di kehidupan nyata.
Baca juga : Optimisme Pemerintah terhadap Stabilitas Rupiah melalui Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Bagi penggemar Chan, film ini menjadi pengingat akan fleksibilitasnya sebagai aktor. Setelah puluhan tahun mendominasi genre aksi, ia kini lebih sering memilih proyek yang menekankan cerita manusiawi, seperti yang terlihat dalam karya-karyanya belakangan. ‘Unexpected Family’ tidak hanya menghibur, tapi juga mendorong diskusi tentang perawatan lansia dan pentingnya komunitas di tengah pandemi kesepian global. Meski durasinya mencapai 121-122 menit, alur ceritanya mengalir dengan baik, menyeimbangkan antara tawa dan renungan.
Dengan respons positif dari penonton awal—termasuk pujian atas penampilan Chan yang ‘menyentuh jiwa’—film ini diprediksi akan menarik perhatian internasional, terutama di negara-negara dengan populasi aging yang tinggi. Bagi mereka yang mencari hiburan akhir pekan yang bermakna, ‘Unexpected Family’ adalah pilihan tepat untuk mengawali tahun baru dengan pesan harapan tentang kebersamaan.
Pewarta : Vie

