RI News Portal. Jakarta – Manchester City melaju dengan convincing ke putaran keempat Piala FA musim 2025/26 setelah menghancurkan Exeter City, tim dari League One, dengan skor akhir 10-1 di Stadion Etihad pada 10 Januari 2026. Pertandingan ini tidak hanya menegaskan superioritas teknis dan taktis skuad asuhan Pep Guardiola, tetapi juga menjadi panggung debut gemilang bagi rekrutan anyar Antoine Semenyo, yang berkontribusi langsung dengan satu gol dan satu assist.
Meski Guardiola melakukan rotasi signifikan dengan menurunkan beberapa pemain pelapis dan akademi, dominasi City tetap absolut sejak menit awal. Tim tuan rumah menguasai penguasaan bola hingga lebih dari 70 persen dan mencatatkan puluhan attempts on goal, sementara Exeter kesulitan keluar dari tekanan tinggi yang diterapkan. Hasil ini menyamai rekor kemenangan terbesar City di kompetisi domestik dan menjadi sinyal kuat bagi ambisi mereka mempertahankan dominasi di turnamen tertua dunia ini, meski musim lalu mereka tersingkir di final.
Kronologi pertandingan menunjukkan pola serangan yang terorganisir dan efisien. Gol pembuka datang pada menit ke-12 melalui Max Alleyne, yang menyelesaikan dengan tenang setelah memanfaatkan sundulan Erling Haaland dari crossing sisi kanan. Keunggulan berlipat pada menit ke-24 berkat aksi solo Semenyo yang diakhiri tembakan jarak jauh Rodri yang tak mampu dihalau kiper tamu.

Menjelang babak pertama berakhir, dua gol bunuh diri dari pemain Exeter—Jake Doyle-Hayes pada menit ke-42 dan Jack Fitzwater tak lama kemudian—membuat skor menjadi 4-0. Kesalahan defensif ini mencerminkan disparitas kualitas antara kedua tim, di mana tekanan kolektif City memaksa lawan melakukan error fatal.
Babak kedua semakin menegaskan superioritas. Rico Lewis mencetak gol kelima tak lama setelah restart dengan tap-in dari assist Semenyo, diikuti gol Semenyo sendiri pada menit ke-54 usai menerima through ball dari Rayan Cherki. Tijjani Reijnders menambah koleksi dengan tembakan melengkung memanfaatkan pull-back Jeremy Doku, sebelum Nico O’Reilly menyundul bola yang membentur tiang pada menit ke-79.
Ryan McAidoo, pemain muda yang masuk sebagai pengganti, mencetak gol kesembilan dengan tendangan keras dari luar kotak, sementara Exeter hanya mampu membalas sekali melalui George Birch di injury time babak kedua. Namun, City langsung menutup laga dengan brace Rico Lewis di masa tambahan waktu, menyempurnakan skor menjadi 10-1.
Debut Semenyo menjadi sorotan utama. Didatangkan baru-baru ini dari Bournemouth dengan nilai transfer signifikan, pemain Ghana ini menunjukkan adaptasi cepat terhadap filosofi permainan Guardiola: kecepatan, dribbling, dan visi yang mendukung serangan positional. Kontribusinya tidak hanya statistik, tetapi juga dalam menciptakan ruang bagi rekan setim, termasuk Haaland yang meski tidak mencetak gol tetap menjadi ancaman konstan.
Secara akademis, pertandingan ini mengilustrasikan prinsip-prinsip sepak bola modern di bawah Guardiola: rotasi skuad untuk menjaga kebugaran di tengah jadwal padat, integrasi pemain muda seperti McAidoo dan Alleyne, serta eksploitasi kelemahan lawan melalui pressing intens. Bagi Exeter, meski kalah telak, partisipasi melawan juara bertahan liga memberikan pengalaman berharga bagi perkembangan tim di level lebih rendah.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif City di putaran awal Piala FA dan membangun momentum psikologis jelang laga-laga krusial di kompetisi lain. Selanjutnya, mereka akan menantikan undian putaran keempat, dengan harapan melanjutkan perjalanan menuju gelar yang kerap menjadi target prioritas Guardiola.
Pewarta : Vie

