RI News Portal. Pekalongan – Sore hari Sabtu (10/1/2026) menjadi momen yang mencekam bagi warga Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Hujan lebat yang mengguyur sejak sekitar pukul 16.00 WIB disertai hembusan angin sangat kencang berhasil merobohkan infrastruktur dan fasilitas publik di beberapa titik strategis.
Fenomena cuaca ekstrem tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun meninggalkan jejak kerusakan yang cukup signifikan. Sejumlah pohon besar tumbang, tiang listrik ambruk, serta atap bangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan mengalami kerusakan parah akibat terpaan angin yang kuat.
Menurut keterangan resmi dari Kepolisian Resor Pekalongan yang disampaikan oleh Ipda Warsito dari Subsi Penjas Sihumas, terdapat empat lokasi utama yang mengalami dampak paling berat di wilayah hukum Polsek Kesesi. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Desa Karangrejo, Desa Karyomukti, lingkungan SMK NU Kesesi, serta area parkir RSUD Kesesi.
Di ruas jalan penghubung Desa Karangrejo menuju Desa Kaibahan, sebuah tiang listrik roboh dan melintang di badan jalan, menyebabkan aliran lalu lintas terhambat sementara. Sementara itu, di jalur penghubung Desa Kaibahan–Karyomukti, pohon besar yang tumbang turut memutus akses warga.

Kerusakan tidak berhenti di situ. Atap bagian bangunan SMK NU Kesesi mengalami kerusakan akibat angin yang menerjang dengan kecepatan tinggi. Kondisi serupa juga menimpa atap baja ringan pada area parkir RSUD Kesesi yang tidak mampu menahan gaya angin tersebut hingga roboh.
Sesaat setelah kejadian, petugas Polsek Kesesi bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Mereka dibantu personel Koramil Kesesi, tim BPBD Kabupaten Pekalongan, serta gotong royong warga setempat dalam proses evakuasi material yang menghalangi jalan. Pohon-pohon tumbang dan tiang listrik yang roboh berhasil diangkat secara bersama-sama sehingga akses jalan kembali dapat dilalui dalam waktu relatif singkat.
Baca juga : Pohon Raksasa Tumbang Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang, Lumpuhkan Jalur Vital Wonogiri-Pacitan
Hingga malam hari, petugas keamanan dan penanggulangan bencana masih memantau kondisi di lapangan guna memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Pihak kepolisian juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat.
“Kami menghimbau warga yang memiliki pohon berukuran besar di sekitar rumah atau pinggir jalan untuk segera melakukan pemangkasan atau penebangan secara mandiri. Langkah preventif ini sangat penting mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah ini,” ujar Ipda Warsito.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca di musim hujan. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat terbukti menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi seperti ini.
Pewarta: Ikhwanudin

