RI News Portal. Wonogiri – Keamanan wilayah bukan sekadar angka statistik kriminalitas yang rendah, melainkan manifestasi dari rasa aman yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam keseharian mereka. Berangkat dari filosofi tersebut, jajaran Koramil 17/Sidoharjo mengintensifkan strategi pengamanan melalui patroli dialogis yang menyasar simpul-simpul interaksi warga.
Pada Kamis (8/1/2026) malam, Sertu Adi Kusni bersama rekan Babinsa lainnya melaksanakan pemantauan wilayah di Kecamatan Sidoharjo. Berbeda dengan patroli konvensional yang bersifat represif, kegiatan ini lebih menekankan pada aspek human security dan penguatan modal sosial masyarakat dalam menjaga ketertiban umum (Kamtibmas).
Dalam diskursus keamanan kontemporer, keterlibatan aktif warga melalui skema community policing dianggap jauh lebih efektif dibandingkan pengawasan satu arah. Hal inilah yang dipraktikkan oleh Sertu Adi Kusni saat menjumpai warga yang tengah berkumpul.

“Kami tidak hanya sekadar lewat, tetapi membangun komunikasi dua arah. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat,” jelas Sertu Adi di sela-sela kegiatannya.
Melalui dialog langsung, Babinsa memberikan edukasi mengenai pentingnya kewaspadaan dini terhadap potensi tindak kriminal serta pencegahan anomali sosial di lingkungan masing-masing. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas wilayah Sidoharjo tetap terjaga di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Secara akademis, kehadiran aparat di tengah pemukiman pada jam-jam rawan memiliki dua fungsi utama. Pertama adalah fungsi deterensi, yaitu mencegah niat pelaku kejahatan untuk beraksi. Kedua adalah fungsi pemulihan psikologis, di mana kehadiran Babinsa memberikan rasa tenang (sense of security) bagi warga yang beraktivitas malam hari.
Baca juga : Membedah Ancaman H3N2 Subclade K: Mengapa Dunia Menyebutnya “Super Flu”?
Sertu Adi menegaskan bahwa komitmen Koramil 17/Sidoharjo adalah menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman secara berkelanjutan. Harapannya, dengan adanya interaksi rutin ini, celah terjadinya kejahatan dapat diminimalisir melalui pengawasan partisipatif dari warga setempat.
“Kami berupaya agar situasi Kamtibmas tetap kondusif, supaya masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam menjaga kenyamanan mereka,” tutupnya.
Pewarta: Nandar Suyadi

