RI News Portal. Gunungkidul – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan langkah strategis penguatan infrastruktur politik melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) 2026. Perhelatan yang berlangsung di D’Girijati Hotel & Beach Club, Kabupaten Gunungkidul, pada Kamis malam (8/1/2026) ini, tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi struktural, melainkan juga bentuk validasi kesiapan administratif partai di tingkat akar rumput.
Acara ini mempertemukan seluruh jajaran pengurus dari lima kabupaten/kota di DIY, serta dihadiri oleh figur kunci partai seperti Ketua Umum Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Dewan Pembina Grace Natalie Louisa, dan jajaran DPP PSI lainnya. Kehadiran perwakilan KPU dan Bawaslu DIY dalam forum ini menegaskan komitmen partai dalam mematuhi norma hukum penyelenggaraan pemilu.
Salah satu agenda krusial dalam Rakorwil ini adalah penerapan sistem organisasi berjenjang yang ketat. PSI menekankan bahwa kekuatan politik harus bertumpu pada struktur yang terukur, mulai dari tingkat pusat hingga ke ranting. Hal ini diimplementasikan melalui sesi simulasi dan verifikasi faktual keanggotaan.

Proses verifikasi dilakukan dengan mencocokkan secara presisi antara Kartu Tanda Anggota (KTA), KTP, dan Surat Keputusan (SK) kepengurusan. Wilayah sampel yang menjadi fokus pengujian mencakup titik strategis seperti Nglipar, Karangmojo, dan Gedangsari di Gunungkidul; Bambanglipuro dan Dlingo di Bantul; hingga sebaran kecamatan di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Kulon Progo. Pendekatan berbasis data ini menunjukkan upaya partai dalam membangun basis massa yang riil dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.
Tri Mulatsih dari KPU DIY dan Sutrisnowati dari Bawaslu DIY turut memberikan perspektif legal-formal mengenai regulasi pendaftaran hingga penetapan partai politik. Integrasi materi hukum ini bertujuan agar seluruh kader memiliki pemahaman komprehensif mengenai batasan dan hak konstitusional mereka dalam proses demokrasi.
Puncak Rakorwil ditandai dengan pelantikan pengurus DPW PSI DIY periode 2026. Penyerahan Pataka PSI dari Kaesang Pangarep kepada Sunaryanta secara simbolis menandai dimulainya era kepemimpinan baru di tanah Mataram.
Baca juga : Sinergi Lintas Sektoral: Menilik Resiliensi Ketahanan Pangan Melalui Panen Raya Jagung di Kabupaten Tegal
Dalam pidatonya, Sunaryanta yang merupakan pendatang baru di kancah partai politik, menyatakan bahwa jabatan ini adalah amanah besar untuk mengonstruksi semangat baru di Yogyakarta. Ia optimistis bahwa dengan kepengurusan yang segar, PSI DIY mampu memperluas pengaruhnya di tengah lanskap politik lokal yang kompetitif.
Ketua Umum Kaesang Pangarep memberikan arahan tajam mengenai efektivitas organisasi. Ia mengingatkan bahwa mesin partai harus berada dalam kondisi prima secara berkelanjutan melalui evaluasi rutin. Kaesang menyoroti peran strategis Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sebagai elemen terdepan yang bersentuhan langsung dengan konstituen.

Secara metaforis, Kaesang mencanangkan target ambisius untuk menjadikan Provinsi DIY sebagai “kandang gajah”—sebuah rujukan pada simbol kekuatan besar partai. Pesan ini menekankan bahwa kemajuan partai tidak ditentukan oleh elite di tingkat atas, melainkan oleh militansi pengurus di tingkat lokal dalam menjaga soliditas dan kerja politik yang nyata.
Rakorwil 2026 ini memberikan sinyal bahwa PSI DIY tengah melakukan transformasi dari sekadar organisasi politik menjadi institusi yang lebih matang secara manajerial dan taktis, siap menghadapi dinamika politik di tahun-tahun mendatang.
Pewarta: Lee Anno

