RI News Portal. Wonogiri – Pendekatan keamanan modern kini tak lagi sebatas patroli lingkungan, melainkan merambah pada ketahanan pangan dan kualitas kesehatan masyarakat. Fenomena ini terlihat jelas saat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Wonogiri bersama Yayasan Kemala Bhayangkari mendistribusikan ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Eromoko, Kamis (8/1/2026).
Langkah ini menandai pergeseran paradigma kepolisian dalam mendukung agenda nasional pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif menuju Indonesia Emas.
Berbeda dengan pembagian bantuan sosial konvensional, program yang dikelola SPPG ini menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat. Sejak pukul 06.00 WIB, dapur umum di Lingkungan Plumbon telah mengolah menu spesifik yang terdiri dari nasi putih, ayam goreng lengkuas, trancam sayur, tahu goreng, dan buah naga.

Aspek “akademis” dari program ini terletak pada pelibatan tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Wonogiri. Sebelum didistribusikan kepada 2.446 siswa dan guru, setiap komponen makanan wajib melewati serangkaian uji:
- Uji Fisik: Memastikan tekstur dan suhu makanan ideal saat dikonsumsi.
- Uji Kimia: Menjamin nihilnya kontaminan berbahaya atau bahan tambahan pangan ilegal.
- Uji Organoleptik: Penilaian melalui panca indera untuk memastikan rasa dan aroma tetap terjaga.
Secara sosiologis, keterlibatan institusi Polri dalam urusan gizi merupakan bentuk implementasi dari fungsi community policing. Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor ini adalah upaya integrasi kebijakan pemerintah dengan aksi lapangan yang terukur.
“Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan statis, melainkan agen kontribusi sosial yang menyentuh akar permasalahan bangsa, yakni kualitas gizi anak sejak usia dini,” jelas AKP Anom mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo.
Baca juga : Polisi dan Kedaulatan Agraria: Analisis di Balik Satyalancana Wira Karya Polda Jateng
Data di lapangan menunjukkan distribusi ini mencakup spektrum pendidikan yang luas, mulai dari jenjang KB/PAUD hingga SMA/SMK. Hal ini mencerminkan strategi intervensi gizi yang menyeluruh pada setiap fase pertumbuhan remaja di wilayah Eromoko.
Program MBG yang telah berjalan sejak Oktober 2025 ini bukan sekadar aksi temporer. Kehadiran Polsek Eromoko dalam pengawasan distribusi memastikan bahwa logistik sampai ke tangan penerima tanpa hambatan birokrasi di lapangan.
Model yang diterapkan di Wonogiri ini dapat menjadi studi kasus menarik mengenai bagaimana institusi penegak hukum dapat bersinergi dengan yayasan sosial (Kemala Bhayangkari) untuk menciptakan ekosistem pendukung kesejahteraan. Fokus pada pemenuhan gizi ini diharapkan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan kapasitas kognitif generasi muda di wilayah pelosok Jawa Tengah.
Dengan berakhirnya agenda di Eromoko, Polres Wonogiri memproyeksikan perluasan jangkauan program ini ke kecamatan lain, memperkuat narasi bahwa keamanan nasional bermula dari kesehatan fisik setiap anak bangsa.
Pewarta : Nandang Bramantyo

