RI News Portal. Semarang – Memasuki awal tahun 2026, diskursus mengenai peran institusi keamanan dalam stabilitas ekonomi nasional menemukan momentum baru. Polda Jawa Tengah mencatatkan preseden penting dalam tata kelola keamanan berbasis ketahanan pangan setelah Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, beserta tiga Kapolres jajaran, dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Penganugerahan ini, yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/PK Tahun 2026, bukan sekadar apresiasi seremonial. Secara akademis dan praktis, penghargaan ini menandai pergeseran paradigma Polri dari fungsi penegakan hukum murni menuju fungsi pendampingan strategis dalam kedaulatan pangan nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam rangkaian Panen Raya Nasional di Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan adalah hasil dari “kerja kolektif lintas sektor.” Dalam konteks ini, kehadiran TNI-Polri di lapangan berfungsi sebagai katalisator stabilitas yang menjamin keberlanjutan produksi pangan dari hulu hingga hilir.

Keberhasilan ini didorong oleh aksi nyata di tiga wilayah krusial Jawa Tengah yang dipimpin oleh para perwira menengah yang memiliki visi agraris:
- Kabupaten Blora (AKBP Wawan Andi Susanto): Fokus pada pengawalan produksi jagung nasional. Dengan luas panen mencapai 79.031 hektare dan produksi 455.709 ton pada tahun 2025, Polres Blora berhasil menciptakan ekosistem distribusi sarana produksi yang bebas hambatan, memastikan petani mendapatkan haknya tanpa gangguan keamanan.
- Kabupaten Wonogiri (AKBP Wahyu Sulistyo): Menonjolkan konsistensi dalam pendampingan petani dan pengamanan sentra produksi. Pendekatannya menitikberatkan pada pengawalan hasil panen agar terserap pasar dengan adil, meminimalisir praktik tengkulak yang merugikan produsen lokal.
- Kabupaten Grobogan (AKBP Ike Yulianto W): Memperkuat posisi Grobogan sebagai lumbung pangan melalui pendekatan humanis. Kehadiran personel di tengah lahan pertanian bukan sebagai bentuk pengawasan represif, melainkan sebagai mitra dialog dalam memecahkan kendala teknis dan sosial di lapangan.
Baca juga : Sinergi Strategis Forkopimda Wonogiri dalam Akselerasi Swasembada Jagung
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, saat ditemui di Mapolda Jateng, Kamis (8/1) pagi, menekankan bahwa penghargaan ini adalah sebuah amanah akademik bagi Polri untuk terus menyempurnakan model pengawalan program strategis nasional.
“Capaian ini adalah hasil dari kerja kolektif. Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan nasional. Polri memandang bahwa stabilitas kamtibmas dan produktivitas pangan adalah dua variabel yang saling memengaruhi; tanpa keamanan, distribusi pangan terganggu, dan tanpa pangan, stabilitas sosial sulit dijaga,” jelas Kombes Pol Artanto.
Komitmen Polda Jateng ke depan akan berfokus pada penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani. Dengan keberhasilan ini, Jawa Tengah memposisikan diri bukan hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai model nasional bagaimana aparat penegak hukum dapat berintegrasi secara positif dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.
Pewarta : Nandang Bramantyo

