RI News Portal. Landak 3 Januari 2026 – Di tengah semangat tahun baru yang sarat optimisme, halaman Markas Polres Landak di Ngabang, Kalimantan Barat, menjadi saksi sebuah peristiwa yang memadukan emosi mendalam dengan rasa bangga institusional. Pada pagi Jumat, 2 Januari 2026, sebanyak 72 anggota kepolisian setempat secara resmi menerima promosi pangkat, sebuah momen yang tidak hanya menandai pencapaian pribadi tetapi juga menggarisbawahi dinamika reformasi dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Upacara yang dipimpin oleh Kepala Polres Landak, AKBP Devi Ariantari, berlangsung dalam suasana khidmat namun penuh kehangatan. Para peserta, termasuk pejabat utama, rekan sesama personel, anggota Bhayangkari, serta keluarga yang hadir, menciptakan ikatan emosional yang kuat. Kehadiran keluarga bukan sekadar pelengkap, melainkan pengingat akan pengorbanan harian yang sering kali tak terlihat dalam tugas penegakan hukum. Ritual penyiraman air bunga, sebuah tradisi yang kaya simbolisme, menjadi puncak acara—melambangkan pemurnian diri dan komitmen baru terhadap integritas. Suasana semakin hidup saat kendaraan water cannon menyemprotkan air sebagai elemen kejutan, disambut tawa dan sorak sorai yang mencerminkan solidaritas komunitas internal.

Dalam konteks lebih luas, promosi ini mencerminkan mekanisme penghargaan dalam Polri yang berbasis pada evaluasi kinerja, disiplin, dan dedikasi. AKBP Devi Ariantari menekankan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hadiah rutin, melainkan amanah yang menuntut pertanggungjawaban lebih tinggi. “Ini adalah hasil penilaian atas kerja keras dan loyalitas, sebuah kepercayaan dari pimpinan yang harus dibalas dengan pelayanan prima bagi masyarakat,” ujarnya dalam pidato yang menggugah. Ia juga mendorong para personel untuk meningkatkan profesionalisme dan pendekatan humanis, menjadikan momen ini sebagai katalisator perubahan positif dalam interaksi dengan publik.
Dari perspektif akademis, acara semacam ini dapat dilihat sebagai bagian dari upaya reformasi struktural Polri pasca-reformasi 1998, di mana promosi pangkat dirancang untuk memotivasi kinerja sambil memastikan akuntabilitas. Studi tentang manajemen sumber daya manusia di lembaga penegak hukum menunjukkan bahwa pengakuan seperti ini dapat meningkatkan moral personel, yang pada gilirannya berdampak pada efektivitas penanganan keamanan lokal. Di wilayah seperti Landak, yang menghadapi tantangan geografis dan sosial unik, promosi ini potensial memperkuat kehadiran polisi sebagai pelindung masyarakat, bukan hanya penegak aturan. Namun, tantangannya tetap: memastikan bahwa kenaikan pangkat tidak hanya simbolis, tapi diikuti dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan.
Baca juga : Restrukturisasi Birokrasi di Wonogiri: Efisiensi Anggaran Melalui Penghapusan Dua Dinas Utama
Secara spesifik, distribusi promosi mencakup berbagai tingkatan, mulai dari perwira hingga bintara, yang menunjukkan inklusivitas dalam sistem penghargaan. Hal ini sejalan dengan tren nasional di mana Polri semakin menekankan meritokrasi untuk membangun kepercayaan publik. Di awal 2026, peristiwa ini bukan hanya perayaan internal, tapi juga sinyal komitmen Polres Landak terhadap pelayanan yang lebih baik, menjaga harmoni sosial, dan mendukung pembangunan daerah. Sebagai penutup, momen haru ini mengingatkan bahwa di balik seragam, ada cerita pengabdian manusiawi yang layak dirayakan dan dikawal untuk masa depan yang lebih aman.
Pewarta : Salmi Fitri

