RI News Portal. Yogyakarta, 1 Januari 2026 – Malam pergantian tahun dari 2025 menuju 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta berlangsung dalam suasana aman dan kondusif, meskipun diwarnai lonjakan signifikan kunjungan wisatawan serta kepadatan lalu lintas di kawasan ikonik seperti Malioboro. Upaya pengamanan yang melibatkan koordinasi lintas instansi, termasuk TNI dan Polri, menjadi kunci dalam menjaga ketertiban masyarakat di tengah euforia perayaan akhir tahun.
Kegiatan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dilakukan melalui konferensi video yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Acara ini berlangsung pada Rabu malam, 31 Desember 2025, dari salah satu pos pengamanan di Jalan Abu Bakar Ali, Yogyakarta. Kehadiran Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., turut memperkuat sinergi antara militer dan kepolisian dalam operasi pengamanan ini.
Dalam laporan yang disampaikan Kepala Kepolisian Daerah DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., periode libur akhir tahun mencatat masuknya lebih dari dua juta unit kendaraan ke wilayah DIY sejak 20 Desember 2025. Angka ini disertai dengan kunjungan wisatawan yang mendekati setengah juta orang, menyebabkan kawasan Malioboro dan destinasi utama lainnya dipenuhi pengunjung. Tingkat hunian hotel di Kota Yogyakarta serta sebagian Kabupaten Sleman mencapai sekitar 90 persen, mencerminkan daya tarik Yogyakarta sebagai tujuan liburan domestik utama.

Meskipun terjadi kepadatan, situasi keamanan tetap terkontrol berkat penerapan rekayasa lalu lintas, penutupan sementara akses kendaraan bermotor di Malioboro sejak sore hari, serta penempatan personel gabungan di titik-titik rawan. Langkah ini memberikan ruang lebih luas bagi pejalan kaki dan wisatawan untuk menikmati perayaan tanpa gangguan signifikan.
Dari pusat komando, Kapolri menekankan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Instruksi diberikan agar seluruh jajaran meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, dengan memastikan koordinasi antarinstansi serta ketersediaan peralatan pendukung tetap optimal. Arahan ini selaras dengan pendekatan nasional yang mengedepankan empati terhadap wilayah terdampak bencana di tempat lain, sehingga perayaan di berbagai daerah cenderung lebih sederhana tanpa elemen berisiko tinggi.
Pasca-konferensi video, rombongan pejabat melanjutkan dengan patroli langsung di sepanjang Jalan Malioboro untuk memverifikasi kelancaran arus serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah tokoh daerah, antara lain Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, Kabinda DIY Brigjen TNI Firyawan, Danlanal Yogyakarta Kolonel Mar. Hafied Indarwan, Dandim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono, serta para pimpinan forum koordinasi pimpinan daerah baik provinsi maupun kota.
Pengalaman malam pergantian tahun ini menunjukkan efektivitas pendekatan kolaboratif dalam mengelola keramaian massal di destinasi wisata padat. Di tengah tantangan mobilitas tinggi dan ancaman cuaca, Yogyakarta berhasil mempertahankan citranya sebagai kota yang ramah dan tertib, memberikan pelajaran berharga bagi pengelolaan keamanan publik di masa mendatang.
Pewarta : Lee Anno

