RI News Portal. Aceh Tamiang, 1 Januari 2026 – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada akhir Desember 2025, untuk memantau kemajuan pemulihan pasca-bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November tahun sebelumnya. Kunjungan ini mencakup peninjauan terhadap kegiatan pembersihan sejumlah fasilitas pendidikan serta evaluasi rencana pembangunan hunian sementara dan tetap bagi warga terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit menekankan pentingnya percepatan pemulihan sektor pendidikan, mengingat ribuan anak-anak di daerah tersebut telah kehilangan akses belajar akibat kerusakan infrastruktur. “Kita harus memastikan bahwa fasilitas pendidikan dapat kembali berfungsi secepat mungkin, mengingat awal tahun ajaran baru akan dimulai pada 5 Januari 2026,” ungkapnya. Ia menyebutkan bahwa di Aceh Tamiang saja, terdapat puluhan sekolah yang memerlukan pembersihan intensif, dengan target agar proses belajar mengajar dapat berjalan normal pada tanggal tersebut melalui kerja sama antara aparat kepolisian, masyarakat, dan pengelola sekolah.
Lebih lanjut, Jenderal Sigit menyatakan bahwa upaya gotong royong ini menjadi kunci utama dalam memanfaatkan sisa waktu yang terbatas. “Dengan kolaborasi yang solid, kita optimistis anak-anak dapat segera kembali ke bangku sekolah, sehingga dampak psikologis dan pendidikan jangka panjang akibat bencana dapat diminimalisir,” tambahnya. Pengerahan alat berat dan lebih dari seribu personel kepolisian di wilayah ini turut mendukung akselerasi proses pembersihan.

Selain aspek pendidikan, kunjungan Kapolri juga difokuskan pada verifikasi progres pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang direncanakan oleh institusi kepolisian untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. “Kita perlu memastikan ada kemajuan nyata dalam tahap rekonstruksi, mulai dari pembersihan lokasi hingga persiapan relokasi, agar kehidupan normal dapat segera pulih,” jelasnya. Inisiatif ini mencakup koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menyediakan lahan yang aman dan fasilitas pendukung.
Komitmen kepolisian dalam penanganan pascabencana tidak hanya terbatas di Aceh Tamiang, melainkan juga mencakup wilayah lain di Aceh serta provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang turut terdampak. Jenderal Sigit menegaskan bahwa proses pemulihan harus berjalan secara holistik, melibatkan semua pemangku kepentingan, dari tahap tanggap darurat hingga rekonstruksi dan normalisasi aktivitas masyarakat.
Kunjungan ini mencerminkan pendekatan institusi kepolisian yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada dukungan kemanusiaan dan pembangunan kembali komunitas pascabencana. Dengan target-target jangka pendek yang jelas, diharapkan Aceh Tamiang dapat bangkit lebih cepat, memberikan harapan baru bagi ribuan korban yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Pewarta: Nandang Bramantyo

