RI News Portal. Serang, 20 Desember 2025 – Di tengah upaya nasional menyediakan akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah mengumumkan langkah akselerasi rekonstruksi hunian bagi korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada akhir November 2025. Bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut, yang dipicu cuaca ekstrem dan faktor kerusakan ekosistem, telah menyebabkan ratusan korban jiwa serta kerusakan ribuan rumah di kawasan Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, dan sekitarnya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan komitmen tersebut dalam acara akad kredit massal untuk 50.030 unit rumah subsidi serta penyerahan kunci, yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto di Serang, Banten. “Besok pagi, tim kami akan bergerak ke Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah duka masyarakat,” ungkap Maruarar Sirait.
Pembangunan hunian tetap direncanakan dimulai pada 21 Desember 2025, dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Kerja sama melibatkan pemerintah provinsi Sumatera Utara, pemerintah kabupaten/kota setempat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta aparat kepolisian. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan respons cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat pascabencana, tanpa menunda proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dari perspektif kebijakan publik, inisiatif ini mencerminkan pendekatan holistik dalam penanganan bencana, di mana fase tanggap darurat tidak lagi menjadi penghambat transisi ke pemulihan jangka panjang. Pembangunan hunian tetap tidak hanya bertujuan memulihkan tempat tinggal, tetapi juga mendukung ketahanan sosial-ekonomi masyarakat terdampak. Data awal menunjukkan ribuan unit rumah rusak berat atau hanyut, sehingga prioritas diberikan pada desain hunian yang aman terhadap risiko hidrometeorologi serupa di masa depan.
Presiden Prabowo Subianto, yang konsisten mendorong kerja lapangan yang sigap, menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi lebih luas pemerintah dalam mitigasi dampak perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan, mengingat bencana serupa sering dikaitkan dengan degradasi ekosistem di kawasan tersebut.
Dengan dimulainya pembangunan hunian tetap, diharapkan proses pemulihan di wilayah Tapanuli dapat berjalan lebih cepat, memberikan harapan baru bagi ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan koordinasi antarlembaga berjalan efektif.
Pewarta : Adi Tanjoeng

