Skip to content
20/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Tembakau Deli: Warisan Sejarah Sumatera yang Terancam dan Harus Dilestarikan

Tembakau Deli: Warisan Sejarah Sumatera yang Terancam dan Harus Dilestarikan

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 3 min read
Warisan Sejarah Sumatera yang Terancam dan Harus Dilestarikan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Medan, Sumatera Utara – Tembakau Deli, komoditas perkebunan yang telah menorehkan sejarah panjang sejak era kolonial, kembali menjadi sorotan kalangan akademisi. Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof. Dr. Phil Ichwan Azhari, MS, menyerukan pentingnya pelestarian tembakau Deli sebagai warisan sejarah agraria dan budaya Sumatera Utara.

Dalam kegiatan kuliah lapangan yang melibatkan sekitar 50 mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unimed di Kebun Helvetia, Deli Serdang, Prof. Ichwan menegaskan bahwa keberadaan tembakau Deli tidak semata bernilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan lanskap sejarah kolonialisme, pertanian tropis, dan identitas regional.

“Tembakau Deli harus terus dipertahankan sebagai warisan sejarah. Ia adalah bukti hidup sejarah sosial-ekonomi di Sumatera yang tidak boleh punah,” ujar Prof. Ichwan, Senin (9/6).

Kuliah lapangan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan secara langsung kepada mahasiswa generasi 2000-an mengenai pentingnya tanaman khas ini, yang dahulu menjadi primadona ekspor Hindia Belanda. Para mahasiswa tidak hanya belajar tentang teknis pertanian, tetapi juga menganalisis peran tembakau Deli dalam pembentukan struktur sosial dan ekonomi kolonial di Sumatera Timur.

Prof. Ichwan mengapresiasi keterbukaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 1 dalam memfasilitasi kegiatan edukatif tersebut. Ia juga mengusulkan agar ke depan dibentuk ajang atau festival tembakau Deli sebagai wahana edukasi publik dan pelestarian kultural.

Manager Unit Tanaman Tembakau PTPN 1 Regional 1, Hendri Hutabarat, mengungkapkan bahwa pada musim tanam 2025, tembakau Deli ditanam di lahan seluas 20 hektare di Kebun Helvetia. Dari luas tersebut, ditargetkan dapat diproduksi sekitar 14 ton daun tembakau kering berkualitas ekspor.

Produksi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama seluas 10 hektare telah selesai dipanen dan memasuki proses fermentasi di Gudang Sortasi Desa Tandem, Kecamatan Hamparan Perak. Sementara tahap kedua sedang memasuki usia tanaman 25 hari dan diperkirakan panen dalam dua pekan ke depan.

“Tembakau Deli ini merupakan tanaman tropis istimewa yang telah dikembangkan sejak 1863. Hingga kini, kualitasnya masih menjadi standar industri cerutu premium dunia,” ujar Hendri.

Meski tidak seluas masa kejayaannya pada awal abad ke-20, PTPN 1 tetap berkomitmen membudidayakan tembakau Deli dengan pendekatan hilirisasi, yakni mengolahnya menjadi produk cerutu bernilai tambah.

Baca juga : Ledakan Misterius Gegerkan Warga Sidorejo, Diduga Petasan Balon Udara

Selain nilai ekonomi, kawasan perkebunan ini juga dinilai berpotensi dikembangkan sebagai objek wisata agro sekaligus situs edukatif sejarah industri perkebunan kolonial. Kebun Helvetia menyimpan jejak kolonial yang panjang, mulai dari struktur kepemilikan lahan, sistem buruh kontrak, hingga perubahan sosial masyarakat lokal yang terlibat dalam industri tembakau ekspor.

Prof. Ichwan menilai, integrasi antara edukasi sejarah dan pertanian dapat menjadi model pembelajaran lintas disiplin yang menarik. “Kebun Helvetia bukan hanya situs agraris, tetapi juga laboratorium sejarah hidup,” tegasnya.

Seruan pelestarian tembakau Deli bukanlah semata soal menjaga komoditas, melainkan juga menjaga memori kolektif. Di tengah arus modernisasi dan komersialisasi, penting bagi negara dan institusi pendidikan untuk melestarikan warisan sejarah lokal yang membentuk identitas bangsa. Tembakau Deli bukan hanya daun yang mengering, tetapi lembaran sejarah yang hidup dan menunggu untuk dibaca ulang oleh generasi baru.

Pewarta : Adi Tanjoeng

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal
#teman, #all, #wartawan, #berita

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ledakan Misterius Gegerkan Warga Sidorejo, Diduga Petasan Balon Udara
Next: PLBN Serasan Disiapkan Jadi Gerbang Wisata Internasional: Integrasi Pertahanan, Ekonomi, dan Diplomasi Maritim di Laut Natuna Utara

Related Stories

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional
2 min read

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Pesan Damai Pramono Anung
3 min read

Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
2 min read

Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.