RI News, Jakarta, 8 Oktober 2026 – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti potensi hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan tembaga sebagai modal strategis untuk menumbuhkan industri kecerdasan artifisial di Indonesia. Dalam keterangan pers Kemkomdigi yang dikonfirmasi di ibu kota, Jumat, Nezar menegaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar pengolahan tambang, melainkan instrumen pembangunan infrastruktur digital yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan.
“Jika dunia meminta Indonesia menyediakan bahan baku bagi transisi energi dan transisi digital, kita harus memastikan rantai nilai itu berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” ujar Nezar. Menurutnya, nikel dan tembaga bukan komoditas biasa. Keduanya menjadi inti infrastruktur AI, mulai dari baterai kendaraan listrik dan sistem kelistrikan hingga jaringan transmisi data serta peralatan pendukung ketahanan pusat data.

Indonesia memang memiliki posisi strategis di rantai pasok global. Dengan kontribusi sekitar 62 persen terhadap produksi nikel dunia, negeri ini memiliki peluang besar untuk memperkuat dominasi teknologi. Namun, posisi tersebut juga menuntut komitmen terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial. “Hilirisasi harus berarti lebih dari sekadar pabrik di dekat tambang,” kata Nezar. “Ia harus meningkatkan kinerja lingkungan, memperkuat ketertelusuran rantai pasok, menerapkan ketenagakerjaan yang adil, menggunakan energi rendah karbon, serta mengelola limbah, air, dan dampak terhadap masyarakat secara serius.”
Selain itu, pembangunan pusat data AI membutuhkan pasokan listrik yang stabil, jaringan serat optik, lahan strategis, sistem pendingin canggih, cip canggih, talenta ahli, dan tata kelola yang ketat. Oleh karena itu, Nezar menegaskan bahwa agenda AI tidak terlepas dari kebijakan energi nasional, industrialisasi, pembiayaan hijau, dan konservasi lingkungan.
Indonesia, lanjut Wamenkomdigi, berpotensi menjadi pusat AI regional berkat lokasi strategis, pertumbuhan ekonomi digital, dan ketersediaan talenta muda. “Kita harus mengubah pertumbuhan ini menjadi penciptaan lapangan kerja bernilai tambah tinggi, penguatan kemampuan dalam negeri, dan ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.
Pewarta: Yogi Hilmawan
Tagline: #HilirisasiAI, #NikelTembaga, #InfrastrukturDigital, #KecerdasanBuatanIndonesia, #TransisiDigitalBerkelanjutan, #MineralKritis, #EkosistemAI, #TalentaDigital,
