RI News, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Jumat (9/10/2026) – Lahan jagung hibrida milik Polres Melawi kembali memasuki fase panen. Di tengah matahari sore yang terik di wilayah pedalaman Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, puluhan personel kepolisian bergerak cepat membersihkan jagung hasil panen yang melimpah. Kegiatan ini dipimpin langsung Wakapolres Melawi, Kompol Aang Permana, S.I.P., S.H., M.A.P., yang didampingi seluruh tim Polres Melawi. Bukan sekadar acara rutin, ini wujud nyata komitmen institusi Polri dalam mendukung ketahangan pangan nasional.
Bagi banyak orang, melihat polisi di tengah sawah mungkin masih terasa aneh. Padahal, sejak awal tahun ini, lahan pertanian Polres Melawi telah dipanen tiga kali berturut-turut. Jagung hibrida yang tumbuh subur kini siap dinikmati. Keberhasilan panen ketiga ini bukan kebetulan, melainkan hasil pengelolaan lahan yang teliti, penggunaan bibit unggul, dan semangat kerja tim yang tak pernah padam. Menurut Wakapolres Permana, pemanfaatan lahan secara produktif ini bukan hanya tentang hasil panen, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan sumber daya alam di tengah tuntutan peningkatan ketahanan pangan nasional.

Panen ketiga ini semakin memperkuat narasi bahwa institusi kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga dapat menjadi pelopor di sektor produktif. Di Kabupaten Melawi yang masih berkembang, lahan milik Polres Melawi telah menjadi contoh kecil yang nyata bagi masyarakat sekitar. Bukan hanya jagung yang melimpah, tetapi juga pelajaran tentang bagaimana cara mengelola lahan agar tidak ada satu pun yang terbuang sia-sia. Pewarta RI News menemukan semangat yang sama dari setiap personel yang terlibat. Mereka tidak hanya panen, tetapi juga belajar bersama—membagi pengetahuan tentang budidaya hibrida, pemupukan, dan pengendalian hama yang tepat waktu.
Bagi warga desa yang melihat langsung, hal ini bukan sekadar hiburan. Banyak di antara mereka yang awalnya ragu karena melihat polisi sebagai “penjaga ketertiban” saja. Sekarang, mereka melihat Polres Melawi sebagai mitra yang peduli. Mereka bertanya-tanya, “Kenapa polisi bisa begini?” Jawabannya sederhana: karena ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan Polres Melawi memilih untuk ikut serta dengan cara paling konkret—dengan lahan, tenaga, dan visi jangka panjang. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok tani dan masyarakat lainnya untuk lebih maksimal memanfaatkan lahan pertanian yang ada.
Baca juga : Oknum Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (HT) dari Partai Hanura Resmi di Laporkan Ke Polres
Polres Melawi sendiri menyatakan bahwa kegiatan ini bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung swasembada pangan nasional. Upaya berkelanjutan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan di tingkat daerah. Dengan panen yang terus berulang, Polres Melawi membuktikan bahwa lahan tidak harus dibiarkan menganggur. Sebaliknya, ia harus menjadi sumber kehidupan yang nyata dan berkelanjutan.
Panen ketiga jagung hibrida ini menjadi lebih dari sekadar catatan harian. Ia menjadi bukti hidup bahwa komitmen Polres Melawi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus menunjukkan hasil nyata. Di tengah berbagai tantangan lahan kering dan musim yang tidak menentu, ketiga panen ini menegaskan satu hal: semangat ketahanan pangan tak pernah berhenti. Dan di Kabupaten Melawi, Polres Melawi telah menjadi salah satu pionir kecil yang membuktikannya dengan sangat nyata.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #PanenKetigaPolresMelawi, #KetahananPanganNyata, #JagungHibridaPolres, #SwasembadaPangan, #KomitmenPolri, #LahanProduktif, #InspirasiPertanian, #PolresMelawiBerbuah,
