RI News, Jakarta, 8 Oktober 2026 – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak langsung menegaskan bahwa penggantian Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) berlangsung tanpa drama. Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Letjen TNI Iwan Setiawan untuk menggantikan Letjen Mohammad Fadjar dilakukan secara paralel dengan pelantikan enam Pangdam baru, kata Maruli di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 7 Oktober 2026. Iwan Setiawan, perwira tinggi asal Jawa Barat yang selama ini akrab dengan dunia Kopassus, kini bersiap menarik benang merah bagi operasi strategis TNI di daerah rawan.
Maruli mengungkapkan kejutan yang sama dari kalangan prajurit ketika mendengar pengumuman itu. “Iya (Pangkostrad baru Iwan Setiawan), masa belum pada dengar,” ucapnya sambil tersenyum. Surat keputusan pengangkatan memang baru keluar beberapa hari sebelumnya, dan mutasi itu dilakukan serentak dengan perubahan komandan daerah militer di wilayah Indonesia.
Karier Iwan Setiawan yang panjang di lingkungan Kopassus menjadi sorotan utama. Ia bahkan pernah “mencicipi gemblengan” Presiden Prabowo Subianto ketika menjabat Komandan Jenderal Kopassus pada 1997. Pada saat itu, Iwan yang masih berpangkat letnan satu berhasil menjadi salah satu anggota Tim Ekspedisi Gunung Everest 1997 bersama Sersan Misirin dan Pratu Asmujiono. Ketiga prajurit Kopassus itu berhasil menjalankan misi khusus yang diinisiasi Prabowo: menjadi orang Asia Tenggara pertama yang mendaki puncak tertinggi dunia. “Sebelum puncak, saya jatuh, Misirin pingsan, kemudian Asmujiono pasang bendera, setelah itu kita turun,” kenang Iwan. Semua pengorbanan dibayar tuntas; ketiga prajurit dijemput langsung oleh 20 jenderal, dan Presiden Soeharto bahkan ikut serta dalam ibadah umrah bersama mereka berdua.

Latar belakang pendidikan dan pengalaman lapangan Iwan juga menarik. Ia lulus Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan Infanteri dengan spesialisasi Kopassus. Jabatan-jabatan awalnya dipusatkan di Korps Baret Merah: Komandan Unit Grup 2 Kopassus (1993), Perwira Pertama Grup 1 Kopassus (1995), hingga Kepala Seksi Operasi Grup 1/Para Komando Kopassus (2002). Ia kemudian menjabat Wakil Komandan Batalyon 12 Grup 1, Perwira Menengah Pusdikpssus (2007), dan Komandan Sekolah Staf dan Komando Pusdikpssus pada 2005. Jabatan-jabatan selanjutnya mencakup Danyon 22 Grup 2 (2008), Komandan Brigade Infanteri 22/Ota Manasa dan 22/Oms (2012), Asisten Operasi Kodam IV/Diponegoro (2013), Danrem 052/Wijayakrama (2016), Danrem 173/Praja Vira Braja (2020-2021), Danjen Kopassus (2022-2023), Pangdam XII/Tanjungpura (2023-2024), hingga Kepala Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) sejak Januari 2025.
Yang paling mengesankan adalah pengalaman operasionalnya di medan perang. Saat memimpin Korem 173/Praja Vira Braja, Iwan langsung bersentuhan senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Hitadipa, Intan Jaya. Serangan mendadak KKB hampir saja membunuhnya. “Bahwa saya seorang jenderal pun risikonya sama dengan prajurit,” ungkapnya saat itu. Pengalaman tersebut, ditambah rekam jejak di Kopassus dan kemampuan menjalankan misi puncak dunia, kini diyakini akan membuatnya unggul dalam merancang operasi strategis Kostrad yang mengintegrasikan berbagai korps TNI.
Baca juga : Daya Tarik Parkir Berlangganan Dorong Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tulungagung Capai Rp9,1 Miliar
Pengangkatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kesetiaan dan kesiapan Iwan dalam menjawab tantangan keamanan nasional di era Prabowo. Bagi prajurit Angkatan Darat, mutasi ini menjadi pengingat bahwa karier di Kopassus bukan hanya tentang kompetensi, melainkan juga pengorbanan nyata di gunung, hutan, dan medan operasi.
Pewarta : Yudha Purnama
Tagline: #IwanSetiawan, #Pangkostrad, #KopassusEverest, #MaruliSimanjuntak, #PrabowoSubianto, #LetjenTNI, #StrategiAngkatanDarat,
