RI News. Kediri – Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung terus dipercepat dengan target operasional April 2027. Progres konstruksi di Kabupaten Kediri telah mencapai 94 persen, sementara di wilayah Kota Kediri masih berada di angka 67 persen. Selain percepatan konstruksi, pembebasan lahan milik masyarakat di Kota Kediri dinyatakan hampir seluruhnya selesai. Terbaru, pembayaran Uang Ganti Rugi dilakukan kepada pemilik enam bidang tanah, masing-masing empat di Kelurahan Mojoroto dan dua di Kelurahan Gayam.
Kepala BPN Kota Kediri, Asri Surjanti, menjelaskan bahwa pembebasan tanah masyarakat pada dasarnya telah rampung. Saat ini, proses masih berlanjut untuk sejumlah aset milik Pemerintah Kota Kediri yang membutuhkan penyelesaian administrasi. “Pembebasan tanah masyarakat sebenarnya sudah selesai dan aset Pemkot masih proses setelah rapat dengan Dirjen Pengadaan Tanah,” kata Asri. Sementara itu, Ketua Tim Pengadaan Tanah Tol Kediri–Tulungagung, Linanda Krisni Susanti, menyebut masih ada tiga bidang tanah di Kelurahan Mojoroto yang dalam proses penyelesaian. Setelah dokumen ditandatangani dan ganti rugi dibayarkan, tanah tersebut beralih menjadi milik negara. Pemilik sebelumnya tetap diberi kesempatan mengambil barang-barang yang masih berada di lokasi sebelum kontraktor memulai pekerjaan.

Dari sisi konstruksi, perwakilan Surya Sapta Agung Tol, Nugroho, menyampaikan bahwa pekerjaan di Kabupaten Kediri sudah 94 persen, sementara di Kota Kediri terus dikebut terutama pada titik yang membutuhkan penanganan lebih kompleks. Salah satu pekerjaan yang menjadi sorotan adalah pembangunan jembatan di kawasan Semampir yang melintasi Sungai Brantas. Proyek ini membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan pekerjaan lain, meski material sudah tersedia dan pengerjaan mulai berjalan. Pengelola menargetkan ruas dari Banyakan bisa dibuka pada Desember 2026. “Dari Banyakan itu target Desember sudah bisa dibuka. Dari Semampir masih belum karena jembatan membutuhkan proses yang lama,” ujar Nugroho.
Baca juga : Polsek Nanga Pinoh Bersama Poktan Laman Beringin II Tanam Jagung Hibrida
Ditargetkan rampung Maret 2027, pengelola berharap seluruh pekerjaan konstruksi di wilayah Kota Kediri selesai pada Maret 2027. Jika sesuai jadwal, jalan tol tersebut diharapkan mulai beroperasi April 2027. Penyelesaian proyek ini menjadi langkah krusial untuk mendukung konektivitas wilayah Kediri dan Tulungagung, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang. Namun, target operasional tetap bergantung pada penyelesaian semua pekerjaan konstruksi dan kesiapan jalan tol sebelum dibuka untuk umum.
Pewarta : Alex Franico.
Tagline: #tolkediritulungagung, #percepatanproyek, #jembatansemampir, #pembebasanlahan, #konektivitaskediri, #operasionalapril2027, #mobilitasmasyarakat, #distribusibarang,
